Fulfill Your Electricity Needs with the Best Products

Welcome
To
Vinsa

"Vinsa: Dedication to Providing Premium Electrical Solutions, Delivering High Quality Products for Your Home, Business, and Industrial Needs!"

Contactor Accessories

MCCB Accessories

Cable Lug

SV Series

RV Series

Illuminated Push Button

Selector Switch

Terminal Block

🌟 Best Quality

Quality you can trust, performance you can rely on.

🔧 Best Product

Reliable, safe, and efficient electrical products for home and business.

âš™ Best Service

Smart, durable, and energy-efficient electrical solutions for homes and businesses.

Contact Us

Get the best products and the best quality at affordable prices and you will be able to feel the advantages yourself.

Contact Us →

C h e c k O u r P r o d u c t

Built for durability and safety

Our Product More →

From Our Blog

Panel ATS (Automatic Transfer Switch) Fungsi dan Cara Kerja

Panel ATS (Automatic Transfer Switch) Fungsi dan Cara Kerja

ATS (Automatic Transfer Switch) - kepuasaan user terhadap genset yang di pakai tidak terlepas dari peranan sebuah panel. Panel yang memberikan kemudahan bagi user dalam menjalankan fungsi genset. Perangkat itu yakni Panel ATS. panel yang di bilang tidak terlalu pokok namun bisa jadi andalan agar fungsi dari genset bisa otomatis menyala. Panel ini memang jarang di gunakan untuk genset kapasitas kecil dan seringnya digunakan di genset kapasitas besar yang di miliki oleh perusahaan-perusahaan atau pun hotel yang membutuhkan aliran listrik yang cepat pada saat pemadaman listrik PLN. Panel ATS (Automatic Transfer Switch) Panel ATS-AMF seperti itu yang sering orang bilang. Jika di pisahkan Panel ini memang memiliki dua peranan yang berbeda. Yang satu sama lain saling berkaitan. Secara fungsi dan arti Automatic Transfer Switch yang bisa menghubungkan Listrik PLN ke Genset dan sebaliknya memutuskan aliran dari Listrik PLN ke Genset atau bisa di katakan Saklar. Adapun untuk panel AMF secara garis besar merupakan kependekan dari Automatic Main Falure adalah sebuah rangkaian elektrik yang terdapat pada panel yang bekerja secara otomatis memproses untuk mematikan atau menghidupkan serta mematikan kembali generator atau genset secara sendiri tanpa harus dimatikan oleh operator genset alias otomatis. Proses kerja dari Perangkat Panel ATS - AMF ini secara prinsipnya apabila aliran listrik dari PLN putus maka panel langsung memindahkan aliran ke genset dan AMF akan langsung pula menghidupkan genset secara otomatis dan mengalirkan aliran listrik dan sebaliknya juga apabila listrik PLN hidup makan secara otomatis pula panel AMF akan mematikan generator Set dan ATS akan memindahkan aliran dari PLN langsung Dalam realita yang ada, Pihak user selalu ingin mendapatkan unit genset yang bisa aktif dalam tempo waktu yang cepat pada saat pemadaman. Disini lah peran keunggulan dari ATS AMF yang mana memberikan kenyaman kepada user agar bisa cepat dalam mem back up listrik dari PLN.  

Baca selengkapnya →
Fungsi dan Kegunaan Cable Tray

Fungsi dan Kegunaan Cable Tray

Fungsi dan Kegunaan Cable Tray dan Ladder, Dalam system kelistrikan kabel tray digunakan untuk support kabel, baik kabel power maupun kabel data. Cable Tray digunakan sebagai alternatif wiring/conduit system terbuka.Hal ini selain memberikan tambahan perlindungan kepada instalasi kabel, juga mempermudah dalam pemeliharaanya (maintenance). Cek harga kabel ladder murah Harga kabel tray secara umu sudah di bilang murah karen persaingan dalam dunia bisnis. Secara umum ada 3 bentuk dari kabel tray yang menawarkan keunggulanya masing-masing pada aplikasi yang berbeda yaitu: Cabel tray berlubang (kabel tray), Cabel tray polos (kabel duct), dan Cabel ladder. Dari 3 bentuk itu, tersedia finishing indoor dan outdoor. Finishing indoor menggunakan Elektro Galvanis atau Powder Coating, sedangkan untuk finishing outdoor menggunakan Hot Dipped Galvanis yang memberikan perlindungan terhadap karat. Cabel Tray berlubang atau biasa disebut Kabel tray adalah bentuk ideal untuk aplikasi dalam instalasi kabel yang menghasilkan panas yang sedang, Lubang-lubang yang ada pada Cabel Tray memberikan ventilasi yang cukup untuk menghindari terjebaknya panas di dalam rangkaian Cabel Tray., Baca data ini : Daftar Harga Kabel Tray terbaru Juni 2016 Cable Tray.Fungsi : Tatakan Kabel.Material : Plat Hitam Hot Roll Coil Plate.Tebal Material : 2mm.Finishing :– Hot Dip Galvanized (HDG); minimum 55 micron.– Electro Plating (EP); minimum 12 mikron. * Melayani pesanan Finishing Powder Coating.* Harga tertera dalam kuantiti.* Harga sewaktu-waktu bisa berubah sesuai Fluktuasi Harga Logam.Cabel tray polos atau Cabel duct adalah bentuk ideal untuk aplikasi dalam instalasi kabel yang tidak menghasilkan panas.Cabel duct memberikan perlindungan yang lebih baik karena tertutup rapat. Adalah sebuah pipa yang digunakan untuk melindungi kabel kabel dari gangguan dari luar, seperti interperensi (noise), gangguan dari binatang-binatang kecil, suhu, dan sebagainya.sekilas Cable Conduit ini mirip dengan pipa PVC dalam segi bentuk. instalasi penerangan listrik awal memanfaatkan yang ada pipa gas untuk peralatan gas cahaya (dikonversi ke lampu listrik). Karena teknik ini memberikan perlindungan yang sangat baik untuk jaringan kabel interior, itu diperluas ke semua jenis kabel interior dan oleh kopling awal abad ke-20 tujuan-dibangun dan fitting yang diproduksi untuk penggunaan listrik. saluran listrik memberikan perlindungan yang sangat baik untuk konduktor tertutup dari dampak, air, dan uap kimia. nomor Variasi, ukuran, dan jenis konduktor dapat ditarik ke dalam saluran, yang menyederhanakan rancangan dan konstruksi dibandingkan dengan menjalankan beberapa kabel atau kabel komposit biaya disesuaikan. Sistem Pengkabelan di bangunan tunduk pada perubahan sering. perubahan kabel sering dibuat lebih sederhana dan lebih aman melalui penggunaan saluran listrik, sebagai konduktor yang ada dapat ditarik dan konduktor baru diinstal, dengan sedikit gangguan di sepanjang jalan saluran tersebut. Sebuah sistem saluran dapat dibuat tahan air atau di bawah air.Logam saluran dapat digunakan untuk melindungi sirkuit sensitif dari interferensi elektromagnetik, dan juga dapat mencegah emisi gangguan tersebut dari kabel listrik tertutup Wall mount of wire mesh cable trayFit for: Width from 100mm to 300mm wire mesh cable traysInclude: TWH×1, HDC set×1Feature: Heavy duty supportingPerlengkapan Cable Tray: Straight Tray Ouside Riser Inside Riser Elbow Tee Cross Reducer (Left, Center or Right) Cover Jointing Bracket Support Hold Down Clamp Hanger Beam Hold Down Clip End Plate Set Splice Plate Set Separator Horizontal Fishplate Vertical Fishplate Raceways adalah tipe horizontal dari conduit yang digunakan untuk pemasangan kabel & biasanya disatukan secara modular dengan vendor penyedia konektor melebihi radius minimum. Raceways dipasang diluar dinding-dinding ditempat dimana kabel susah untuk dipasang dalam dinding. Patch cable adalah segmen kabel UTP yang dipakai untuk menghubungkan kartu interface jaringan ke wall jack atau untuk menghubungkan bagian-bagian lain dari instalasi kabel jaringan ini.Patch panel merupakan panel penghubung yang menyediakan multi port yang menyalurkan kabel-kabel ke piranti-piranti atau hardware penghubung lainnya seperti switch. Tebal material kabel tray adalah 2mm Bahan yang digunakan :kebanyakan kabel tray dibuat dari baja galvanis, baja tak berkarat, alumunium, atau kaca fiber kaca yang diperkuat. Bahan yang diberikan untuk penerapan dipilih berdasarkan korosi dan hambatan yang digunakan untuk satu lokasi.Kabel ladder Adalah perlengkapan yang digunakan untuk jalur pemasangan kabel listrik agar aman dan terlihat rapih / (Penyangga kabel). Cable Ladder berbentuk tangga tersedia tipe U , tipe W dan tipe Heavy Duty (SLHD) . Perlengkapan Cable Ladder: Sebuah sistem tray kabel digunakan untuk mendukung kabel listrik berisolasi yang digunakan untuk distribusi listrik dan komunikasi. Nampan kabel digunakan sebagai alternatif kabel terbuka atau sistem saluran listrik, dan biasanya digunakan untuk manajemen kabel dalam konstruksi komersial dan industri. Mereka terutama berguna dalam situasi di mana perubahan ke sistem kabel yang diantisipasi, karena kabel baru dapat diinstal dengan meletakkan mereka dalam baki, bukan menarik mereka melalui pipa. Material: Hot Rolled Sheet Steel (SPHC) Thickness 2.0 MM Standard Length 3000 MM.Finishing: Hotdip Galvanized (BS 729, DIN 50978) atau Powder Coating Cable Cage.Fungsi : Tatakan Kabel.Material : Kawat Baja.Diameter Kawat : 5mm.Finishing :– Hot Dip Galvanized (HDG); minimum 55 micron.– Electro Plating (EP); minimum 12 mikron.* Melayani pesanan Finishing Powder Coating.* Harga tertera dalam kuantiti.* Harga sewaktu-waktu bisa berubah sesuai Fluktuasi Harga Logam. Kabel horizontal yang paling sering diimplementasikan yaitu 100 ohm, 4 pair UTP, kabel solid konduktor seperti yang ditentukan dalam standar ANSI/TIA/EIA 568 untuk komersial bangunan. Standar ini juga menyediakan untuk pemasangan kabel horizontal yang diimplementasikan dengan 62.5/125 micron atau 50/125 micron untuk serat optik multimode. Juga 150 ohm pada kabel STP, tetapi tidak direkomendasikan untuk installasi saat ini. Kabel horizontal dijalankan antara cross-connectpanel dalam 1 wiring closet & wall jack. Kabel coaxial bukan termasuk kabel horizontal  

Baca selengkapnya →
Pengertian Fuse atau Sekering, Cara Kerja, dan Jenis-jenisnya

Pengertian Fuse atau Sekering, Cara Kerja, dan Jenis-jenisnya

Pengertian Fuse atau Sekering Pengertian Fuse atau Sekering – Fuse atau Sekering mempunyai peranan yang sangat penting dalam sebuah rangkaian elektronik. Fungsi utamanya yaitu sebagai pengaman rangkaian elektronik. Pada umumnya, fuse terdiri dari kawat halus yang pendek serta dapat terputus jika mengalami arus listrik secara berlebih. Saat ini, fuse atau sekering sudah menjadi sebuah komponen penting di berbagai macam elektronik seperti peralatan rumah tangga dan bahkan kendaraan bermotor. Dengan adanya fuse, maka alat elektronika tersebut akan terhindar dari kerusakan. Nah pada artikel kali ini mimin akan membahas mengenai pengertian fuse, simbol, cara mengukur dengan multimeter, prinsip dan jenis-jenisnya. Untuk itu simak pembahasannya dibawah ini. Fuse atau bisa disebut juga dengan sekering adalah komponen yang fungsinya sebagai pengaman dalam rangkaian elektronika ataupun perangkat listrik. Fuse (Sekering) pada dasarnya terdiri dari sebuah kawat halus pendek yang akan meleleh dan terputus jika dialiri oleh arus listrik yang berlebihan ataupun terjadinya hubungan arus pendek (short circuit) dalam sebuah peralatan listrik/elektronika. Dengan putusnya fuse (sekering) tersebut, maka arus listrik yang berlebihan tidak dapat masuk ke dalam rangkaian elektronika. Sehingga tidak merusak komponen yang terdapat dalam rangkaian elektronika yang bersangkutan. Pengertian Fuse atau Sekering – Karena fuse ini fungsinya yang dapat melindungi peralatan listrik dan peralatan elektronika dari kerusakan akibat arus listrik yang berlebihan, fuse (sekering) juga sering disebut sebagai pengaman listrik. Simbol Fuse (Sekering) Cara Mengukur Fuse (Sekering) dengan Multimeter Digital Pada umumnya fuse ini mempunyai bungkusan transparan yang terbuat dari kaca ataupun plastik, sehingga kita bisa melihat langsung apakah kawat halus fuse tersebut putus atau tidak. Namun, ada juga jenis fuse yang bungkusnya menutupi kawat halus di dalamnya, sehingga kita sulit untuk melihat isi dari fuse tersebut. Maka dari itu, kita perlu mengukur fuse dengan multimeter untuk mengetahui apakah fuse tersebut masih baik atau sudah terputus. Berikut ini merupakan cara untuk mengukur Fuse (Sekering) dengan menggunakan Multimeter Digital : Aturlah posisi saklar multimeter pada posisi Ohm (Ω)Hubungkan probe multimeter pada masing-masing terminal fuse (sekering) seperti pada gambar diatas. Fuse (sekering) tidak memiliki polaritas, jadi posisi probe merah dan probe hitam tidak dipermasalahkan.Pastikan nilai yang ditunjukan pada display multimeter adalah “0” Ohm. Kondisi tersebut menandakan fuse tersebut dalam kondisi baik (Short).Jika display multimeter menunjukan “Tak Terhingga”, maka fuse tersebut dinyatakan telah putus atau terbakar.Fuse yang sudah putus atau terbakar harus diganti dengan fuse yang spesifikasi yang sama. Apabila spesifikasi fuse yang diganti tersebut berbeda, maka fungsi fuse yang sebagai pengaman ini tidak bisa berfungsi secara maksimal atau tidak bisa melindungi rangkaian atau peralatan elektronika atau peralatan listrik dengan baik. Jenis-Jenis Fuse Pada umumnya fuse terdiri dari beberapa jenis yang dapat dibedakan berdasarkan bentuknya.Selain perbedaan bentuk, fuse juga memiliki beragam warna yang mempunyai kapasitas yang sangat beragam juga. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai jenis-jenis fuse, diantaranya: 1. Fuse Tabung Fuse tabung mempunyai bentuk seperti tabung serta dilindungi oleh kaca yang terlihat transparan. Maka, dengan demikian kita akan mudah untuk mengetahui kondisi dari komponen penting yang ada didalamnya. Fuse yang mempunyai bentuk tabung ini banyak digunakan sebagai komponen peralatan listrik rumah tangga. Keberadaan fuse tabung sebagai salah satu komponen peralatan elektronik memang memiliki peranan yang sangat penting dalam mencegah korsleting listrik dan kebakaran. 2. Fuse Kotak Bentuk fuse kotak ini hampir sama dengan fuse jenis blade. Namun, fuse kotak mempunyai jendela transparan diatasnya. Untuk ukuran, fuse kotak mempunyai ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis fuse blade. Jenis sekering yang satu ini juga mempunyai warna yang sangat beragam dengan kapasitas yang bervariasi. Cohtohnya yaitu seperti warna hijau 40A, merah muda 30A, merah 50A, hitam 80A, kuning 60A dan biru 100A. 3. Fuse Blade Komponen ini memiliki bentuk yang cukup pipih. Untuk pemasangannya terbilang sangat mudah, karena hanya perlu menancapkannya saja. Sekering ini biasanya dilapisi dengan plastik transparan yang memiliki warna untuk mempermudah dalam identifikasi. Disamping itu, perbedaan warna pada fuse blade juga memiliki kapasitas yang cukup bervariasi. Seperti warna coklat 7.5A, orange 5A, biru 15A, merah 10A, hijau 30A, transparan 25A dan kuning 20A. 4. Fuse Plat Fuse Plat ini mempunyai fungsi sebagai pelindung pada arus listrik yang utama. Jenis sekering ini memiliki kapasitas ampere yang lumayan besar serta bisa mencapai 30A keatas. Kapasitasnya dapat dilihat dengan mudah tepat dibawah plat penghubung. Fuse plat ini dilengkapi dengan pengaman yang dibuat dari bahan plastik hitam dan tidak transparan. Prinsip Kerja Fuse Fuse (Sekering) terdiri dari 2 terminal dan biasanya dipasang secara Seri dengan rangkaian elektronika yang akan dilindunginya. Sehingga apabila fuse (sekering) tersebut terputus maka akan terjadi “Open Circuit” yang memutuskan hubungan aliran listrik supaya arus listrik tidak dapat mengalir masuk ke dalam rangkaian yang dilindunginya. Karena, jika dibiarkan mengalir maka komponen lain yang ada pada rangkaian tersebut juga akan ikut rusak. Meskipun begitu, pada fuse yang sudah mengamankan rangkaian elektronik dari arus yang berlebih umumnya kawat tipis yang ada didalamnya akan menjadi rusak atau bahkan terbakar. Jadi, agar terhindar dari korsleting listrik maka harus segera melakukan pengecekan pada kondisi fuse dan kemudian langsung menggantinya jika mengalami kerusakan. Faktor Penyebab Fuse Rusak wikihow.com Walaupun tugas dari fuse itu adalah untuk pengaman bagi komponen-komponen lain yang ada dalam rangkaian. Fuse juga bisa rusak, karena pada dasarnya fuse tetaplah komponen. Nah dibawah ini ada 3 penyebab fuse bisa rusak yang sering dialami oleh pemakainya, diantaranya: 1. Korsleting Kabel Korsleting kabel merupakan penyebab yang sering terjadi pada kendaraan. Jika kabel pada kendaraan mengalami korslet, maka aliran listrik yang ada didalamnya tidak akan stabil. Adapun cara yang tepat untuk mengatasinya yaitu dengan mengecek korsleting kabel tersebut kemudian menggantinya. 2. Overload Overload adalah arus yang mengalir pada sebuah komponen fuse yang melebihi kapasitas dari biasanya. Fuse (Sekering) tidak dapat menahan arus listrik yang masuk kedalamnya, sehingga fuse mengalami kerusakan dan tidak bisa dipakai lagi. nah disisi lain komponen-komponen setelah fuse tidak akan rusak karena fuse telah menyelamatkannya. 3. Short Circuit Ketika arus listrik berlebih melewati fuse, kawat yang ada dalam fuse akan rusak. Fuse tidak akan berfungsi karena arus yang mengalir di dala, fuse melebihi kapasitas. Kejadian yang dialami fuse ini yaitu adanya hubungan singkat pada sebuah rangkaian yang sering kita sebut dengan “Short Circuit”.

Baca selengkapnya →
Spesifikasi Kabel Supreme NYYHY: Fungsi, Jenis Ukuran, dan Kegunaannya

Spesifikasi Kabel Supreme NYYHY: Fungsi, Jenis Ukuran, dan Kegunaannya

Kabel Supreme NYYHY adalah salah satu jenis kabel listrik fleksibel produksi Supreme Cable yang dirancang untuk kebutuhan instalasi listrik. Kabel ini menggunakan konduktor tembaga serabut (multistrand) sehingga lebih lentur dibandingkan kabel berinti tunggal. Setiap inti konduktor dilapisi isolasi PVC, kemudian dibungkus lagi dengan selubung luar PVC yang kuat dan tahan lama. Kombinasi tersebut membuat kabel NYYHY aman digunakan pada instalasi listrik rumah, gedung, maupun peralatan elektronik dengan tingkat fleksibilitas tinggi.   Kode NYYHY memiliki arti: N → Konduktor tembaga (copper conductor) Y → Isolasi dalam PVC Y → Selubung luar PVC H → Kabel fleksibel (serabut, bukan inti solid) Y → Selubung luar tambahan PVC   Spesifikasi Teknis Jumlah inti (core): 2 inti (fase & netral), 3 inti (fase, netral, & Ground), 4 inti (3 fase & netral) Penampang konduktor: 0,75 mm², 1 mm², 1,5 mm², 2,5 mm², 4 mm², 6 mm², 10 mm², 16 mm², 25 mm², 35 mm², 50 mm², 70 mm², 95 mm², 120 mm² per inti (serabut tembaga fleksibel) Tegangan kerja: 450 / 750 Volt Bahan isolasi: PVC (Polyvinyl Chloride) tahan lembap & dielektrik baik Bahan selubung luar: PVC proteksi mekanis tambahan Suhu kerja: ± 70°C (standar kabel berisolasi PVC) Fleksibilitas: Tinggi (karena konduktor serabut) Sertifikasi: Umumnya memenuhi standar SNI & standar IEC  Fusngi dan Penggunaan Fungsi utama: Mengalirkan listrik pada sistem fase tunggal (220-240 VAC). Digunakan sebagai kabel fleksibel untuk beban kecil hingga menengah. Aplikasi di lapangan: Rumah & Kantor: Lampu, stop kontak, kipas, kulkas kecil Peralatan Portabel: mesin kecil, pompa air, alat elektronik Indoor & semi-Outdoor: dipasang dalam pipa/counduit atau tray kabel (tidak untuk ditanam langsung).   Baca Juga: Mengenal Standar Warna Kabel Listrik di Indonesia   Kapasitas Hantar Arus (Ampacity) Pada 220 V → daya maksimal sekitar 2200-3300 Watt. Standar PUIL → umumnya dipakai 80% dari kapasitas agar lebih aman.   Macam-macam Ukuran Kabel NYYHY Kabel NYYHY tersedia dalam berbagai ukuran penampang inti dan jumalah core sesuai kebutuhan. Tiap ukuran punya fungsi berbeda:   1)      NYYHY 2 x 0,75 mm², Untuk beban kecil seperti lampu meja, charger, kipas kecil.     Kapasitas arus     : 6 A (Ampere)     Stok panjang        : Roll 50 m & 100 m. NYYHY 2 x 0,75 mm²   2)      NYYHY 2 x 1,5 mm², Untuk beban kecil seperti lampu meja, charger, kipas kecil.     Kapasitas arus     : 15 A (Ampere)      Stok panjang        : Roll 50 m & 100 m. NYYHY 2 x 1,5 mm²   3)      NYYHY 2 x 2,5 mm², Untuk instalasi lampu rumah, kipas angin sedang, stop kontak ringan.     Kapasitas arus     : 20 A (Ampere)      Stok panjang        : Roll 50 m & 100 m. NYYHY 2 x 2,5 mm²   4)      NYYHY 2 x 4 mm², Untuk AC kecil, pompa air, atau jalur stop kontak dengan beban agak besar.    Kapasitas arus     : 26 A (Ampere)     Stok panjang        : Meteran. NYYHY 2 x 4 mm²   5)      NYYHY 2 x 6 mm², Untuk mesin cuci, AC besar, pompa air sedang.     Kapasitas arus     : 33 A (Ampere)     Stok panjang        : Meteran. NYYHY 2 x 6 mm²   6)      NYYHY 2 x 10 mm², Untuk daya lebih besar, panel kecil, atau suplai utama rumah.    Kapasitas arus     : 45 A (Ampere)      Stok panjang: Meteran. NYYHY 2 x 10 mm²   7)      NYYHY 3 x 0,75 mm², Untuk peralatan kecil atau peralatan portable dengan grounding.    Kapasitas arus              : 6 A (Ampere)          Stok panjang        : Roll 50 m & 100 m. NYYHY 3 x 0,75 mm²   8)      NYYHY 3 x 1,5 mm², Untuk stop kontak dengan grounding, kipas, atau lampu besar.   Kapasitas arus     : 15 A (Ampere)    Stok panjang        : Roll 50 m & 100 m. NYYHY 3 x 1,5 mm²   9)      NYYHY 3 x 2,5 mm², Untuk kulkas, mesin cuci, water heater kecil.   Kapasitas arus     : 20 A (Ampere)    Stok panjang        : Roll 50 m & 100 m. NYYHY 3 x 2,5 mm²   10)   NYYHY 3 x 4 mm², Untuk AC pompa air sedang, atau stop kontak dengan beban besar.  Kapasitas arus     : 26 A (Ampere)   Stok panjang        : Meteran. NYYHY 3 x 4 mm²   11)   NYYHY 3 x 6 mm², Untuk AC besar, oven listrik, motor listrik kecil.  Kapasitas arus     : 33 A (Ampere)   Stok panjang        : Meteran. NYYHY 3 x 6 mm²   12)   NYYHY 3 x 10 mm², Untuk panel kecil, genset rumah, atau suplai daya utama rumah besar.  Kapasitas arus     : 45 A (Ampere)   Stok panjang        : Meteran. NYYHY 3 x 10 mm²   1

Baca selengkapnya →
Perbedaan AC1 dengan AC3 Pada Kontaktor

Perbedaan AC1 dengan AC3 Pada Kontaktor

Perbedaan AC1 dengan AC3 Perbedaan AC1 dengan AC3 – Ketika berbicara tentang sistem pendingin udara atau AC, sering kali kita mendengar istilah “1 Phase” dan “3 Phase”. Ini mengacu pada jenis sistem tenaga listrik yang digunakan oleh AC. Berikut ini adalah perbedaan antara AC 1 Phase dan AC 3 Phase: AC 1 Phase: AC 1 Phase menggunakan sistem tenaga listrik tunggal atau single phase. Pada sistem ini, aliran listrik yang digunakan untuk menggerakkan kompresor dan komponen AC lainnya mengalir dalam satu arah atau satu fase. AC 1 Phase biasanya digunakan untuk AC rumah tangga, kantor kecil, atau ruangan yang memerlukan pendinginan dalam skala kecil. Keuntungan dari AC 1 Phase adalah instalasinya yang relatif sederhana, biaya yang lebih rendah, dan cocok untuk kebutuhan rumah tangga atau bisnis kecil dengan beban daya yang tidak terlalu besar. Namun, AC 1 Phase juga memiliki beberapa keterbatasan. Karena menggunakan satu fase, kapasitas pendinginan AC 1 Phase terbatas, dan tidak dapat mengatasi beban daya yang tinggi. Selain itu, AC 1 Phase cenderung lebih boros energi dibandingkan dengan AC 3 Phase. AC 3 Phase: AC 3 Phase menggunakan sistem tenaga listrik tiga fase. Pada sistem ini, aliran listrik terbagi menjadi tiga fase yang berbeda, yang masing-masing berada pada 120 derajat sudut fasa. AC 3 Phase sering digunakan di gedung perkantoran, pabrik, atau ruangan yang memerlukan pendinginan dalam skala besar. Keuntungan utama AC 3 Phase adalah kemampuannya untuk menangani beban daya yang lebih besar. Karena menggunakan tiga fase, AC 3 Phase dapat menghasilkan daya yang lebih stabil dan efisien. Selain itu, AC 3 Phase juga cenderung memiliki umur lebih panjang dan membutuhkan pemeliharaan yang lebih sedikit dibandingkan dengan AC 1 Phase. Namun, instalasi AC 3 Phase lebih kompleks dan membutuhkan peralatan khusus. Biaya instalasi dan perawatannya juga lebih tinggi daripada AC 1 Phase. Oleh karena itu, AC 3 Phase lebih sesuai untuk aplikasi industri dan komersial yang membutuhkan kapasitas pendinginan yang besar. Perbedaan AC1 dengan AC3 – Dalam memilih antara AC 1 Phase dan AC 3 Phase, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan dan kapasitas pendinginan yang dibutuhkan. Untuk rumah tangga atau bisnis kecil, AC 1 Phase mungkin sudah cukup. Namun, jika Anda memiliki gedung perkantoran atau pabrik dengan beban daya yang tinggi, maka AC 3 Phase merupakan pilihan yang lebih tepat. Konsultasikan dengan ahli listrik atau teknisi AC untuk memastikan Anda memilih sistem yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Baca selengkapnya →
Apa itu Pipa Conduit?

Apa itu Pipa Conduit?

Pipa Conduit merupakan komponen penting dari sistem instalasi kabel, baik itu untuk instalasi di dalam maupun di luar ruangan. Meskipun hampir Sebagian besar kabel memiliki lapisan kulit luar yang melindunginya dari pengaruh ejsteranal, mengandalkan kulit luar kabel saja tidak cukup untuk melindungi kabel. Oleh karena itu tidak ada salah jika kita menambahkan kulit luar atau pelindugan lebih untuk mencegah kerusakan pada kabel yang bisa saja ditimbulkan dari berbagai ganguan luar. Dengan memasang pipa conduit, kita dapat memastikan bahwa kabel-kabel yang dipasang akan tetap aman dan berfungsi dengan baik. Apa itu Pipa Conduit ?Pipa conduit adalah jenis pipa yang biasa digunakan dalam instalasi jaringan perkabelan untuk melindungi kabel dari pengaruh eksternal, sehingga kabel terhindar dari kerusakan dan tahan lama. Pipa conduit biasanya terbuat dari berbagai jenis bahan seperti PVC dan logam. Pipa conduit berbahan PVC biasanya yang berjenis high impact dan memiliki kelebihan dapat ditekuk dengan mudah. Selain itu, ada juga pipa conduit yang terbuat dari bahan logam. Namun, untuk jenis yang satu ini tidak sepopuler pipa yang dari PVC. Fungsi Pipa ConduitPipa conduit digunakan untuk melindungi kabel dari kerusakan fisik dan gigitan hewan pengerat seperti tikus. Selain itu, penggunaan pipa conduit juga membantu instalasi kabel menjadi terlihat bersih dan rapi sebab kabel kabel akan terlindungi di dalam pipa dan tidak terlihat secara terbuka. Bagaimana Memilih Pipa Conduit ?Untuk memilih pipa conduit yang baik, kita dapat mempertimbangkan beberapa faktor berikut ini: 1. Jenis Pipa ConduitSeperti yang telah disebutkan sebelumnya, pipa conduit ada yang terbuat dari PVC dan ada juga yang terbuat dari logam. Setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan. Kita dapat memilih jenis pipa sesuai dengan kebutuhan yang kita butuhkan. 2. Diameter Pipa ConduitPilihlah diameter pipa yang tepat untuk menampung kabel yang akan dipasang. Pastika pipa conduit memiliki cukup ruang untuk menampung semua kabel agar tidak terlalu longgar atau terlalu penuh. 3. Ketahanan Pipa ConduitPastikan pipa conduit memiliki ketahanan yang baik terhadap panas, dingin, cuaca, kelembaban, dan serangan dari hewan yang berpotensi merusak kabel di dalamnya. 4. Standar KeselamatanPastikan pipa conduit yang Sahabat Lumba pilih memenuhi standar keselamatan yang relevan untuk penggunaan di dalam maupun luar bangunan. 5. Harga Pipa ConduitPertimbangkan harga pipa conduit yang kita pilih. Pastikan Sahabat Lumba memilih pipa conduit yang berkualitas sesuai dengan anggaran yang dimiliki. Apa Saja Manfaat Pipa Conduit? Pipa conduit memiliki beberapa manfaat yang sangat besar dalam instalasi kabel. Pertama, pipa conduit mampu melindungi kabel dari pengaruh eksternal seperti panas, hujan, angin kencang, maupun terpaan cuaca lainnya. Hal ini sangat penting untuk menjaga selubung kabel agar tidak cepat rusak dan getas sehingga kabel tetap aman dan tahan lama. Selain itu, ketika kabel dipasang di area seperti loteng atau bawah tanah, pipa conduit dapat melindungi kabel dari tikus atau hewan pengerat lainnya. Manfaat lain dari penggunaan pipa conduit adalah membuat kabel lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. hal ini dapat menghemat biaya dalam pemeliharaan kabel, karena kita tidak perlu sering sering mengganti kabel yang rusak. Dengan demikian, penggunaan pipa conduit sangat penting dalam menjaga keamanan dan keandalan instalasi kabel. Sumber:https://id.quora.com/Apa-itu-pipa-conduit-Seberapa-penting-pipa-conduit-dalam-instalasi-kabel  

Baca selengkapnya →
Apa itu Emergency Stop?

Apa itu Emergency Stop?

Emergency Stop atau saklar penghenti darurat, atau juga dikenal sebagai saklar E-stop, saklar penghenti E, saklar darurat, saklar pemutus, atau tombol darurat, skalar tombol berhenti darurat, merupakan saklar kontrol anti-gagal yang memberikan keamanan bagi mesin dan untuk orang yang menggunakan mesin tersebut. Persyaratan berikut ditentukan dalam standar Eropa: EN418 dan standar internasional: ISO13850. Skalar pengenti darurat harus terlihat jelas warna, label, dan bentunya agar mudah di operasikan dalam situasi darurat. Jadi tombolnya harus berbentuk kepala jamur berwarna merah dengan symbol panah, DARURAT atau BERHENTI. Ukuran kepala jamur yang umum adalah 29mm, 30mm, 40mm, atau 60mm. Mekanisme pengoperasian langsung harus diatur pada kontak NC dan memiliki fungsi self-holding. Diperlukan putaran, tarikan, atau kunci untuk melepaskan kontak listrik agar mesin dapat dihidupkan Kembali. Fungsi Emergency StopEmergency Stop adalah mekanisme keselamatan yang digunakan untuk mematikan mesin dalam keadaan darurat, Ketika mesin tidak dapat dimatikan dengan cara biasa. Tujuan dari Emergency Stop adalah untuk menghentikan mesin dengan cepat ketika ada resiko cidera atau alur kerja memerlukan penghentian. Hal ini dimaksud untuk menghindari bahaya atau mengurangi bahaya yang ada terhadap manusia, mesin, atau pekerjaan, sehingga orang juga mengatakan Saklar Tombol Pengaman atau Saklar Pengaman Tombol Tekan. Bagaimana cara kerja Emergency Stop?Emergency Stop adalah kompenen sistem penting yang melindungi keselamatan operator mesin dan mesin dalam berbagai situasi keadan darurat. Emergency Stop atau Tombol Berhenti Darurat dhubungkan secara seri dengan rangkaian kontrol peralatan mesin. Saat menekan kepala jamur tombol berhenti darurat akan memutus sirkuit peralatan mesin dan memutus pasokan listrik. Pelepasan tombol berhenti darurat memerlukan penarikan, putaran, atau penggunaan kunci, di Bawah pengoperasian resmi yang ketat untuk memastikan keselamatan orang dan peralatan untuk menghindari cidera. Perlindungan masukan tombol e-stop yang umum adalah IP54, tetapi tombol berhenti darurat tahan air dapat mencapai IP65 atau IP67. Jenis-jenis Emergency StopEmergency Stop memiliki 3 jenis yang paling umum, menurut aksi aktuator. Pelepasan tarik: Akuator di dorong ke dalam untuk berhenti dan di lepaskan dengan menarik aktuartor ke belakang. Pelepasan putaran: Aktuator di dorong kedalam untuk berhenti dan dilepaskan dengan cara memutar aktuator. Pelepasan kunci: Di dorong ke dalam untuk berhenti dan hanya bisa di lepaskan dengan sebuah kunci.   Emergency Stop Tipe Dorong Tarik   Emergency Stop Tipe Dorong Tarik   Emergency Stop Tipe Pelepasan Kunci Di mana Emergency Stop digunakan ?Emergency Stop dapat di temukan di industry apapun termasuk fasilitas industry, komersial, dan publik. Mereka harus terlihat jelas oleh siapapun yang di harus menggunakannya. Dimungkinkan juga untuk memiliki beberapa Emergency Stop pada satu mesin, tergantung pada bagian mana mesin yang harus dimatikan. Misalnya lift, mesin pengemas, peralatan lift. Mengapa Emergency Stop berbentuk seperti jamur ?Menurut standar IEC dan persyaratan keselamatan industi, tombol Emergency Stop harus aman, andal, dan nyaman bagi operator untuk dioperasikan dengan satu tangan. Kepala jamur adalah pilihan terbaik.  

Baca selengkapnya →
Apa Itu Pilot Lamp?

Apa Itu Pilot Lamp?

Pilot Lamp digunakan pada panel, kegunaan pilot lamp adalah untuk mengetahui apakah ada aliran listrik yang masuk pada panel tersebut, jika terdapat aliran listrik yang masuk maka lampu pada pilot lamp akan menyala. Untuk itu walaupun kecil pilot lamp merupakan suatu komponen yang cukup penting pada struktur panel listrik. Pilot Lamp akan bekerja saat ada tegangan yang masuk (Phase – Netral) ditandai dengan menyalanya lampu pada Pilot Lamp tersebut. Bila kita lihat, banyak jenis lampu dari Pilot Lamp tersebut. Dahulu Pilot Lamp masih dibekali dengan lampu bohlam biasa. Namun sekarang karena kemajuan teknologi saat ini Pilot Lamp juga tersedia dalam bentuk LED. Karena LED mempunyai beberapa keunggulan dari lampu bholam biasa, lebih terang dan juga hemat energi. Pilot Lamp tersedia dengan berbagai macam warna, tentunya warna yang digunakan sebagai tanda berbeda-beda dari Pilot Lamp. Warna yang tersedia adalah sebagai berikut ;. Putih. Merah. Jingga atau Kuning. Hijau. BiruWarna tersebut paling sering digubakan oleh perakit panel (Panel Maker) sebagai indikator pada panel. Fungsi dari masing-masing warna pada Pilot LampPilot Lamp Indikator Phase R, S, T pada panel distribusi ;R Menggunakan lampu indikator Pilot Lamp berwarna merahS Menggunakan lampu indikator Pilot Lamp berwarna jingga/kuningT Menggunakan lampu indicator Pilot Lamp berwarna Kuning Indikator Pilot Lamp pada tombol Kontrol ;. Run / berjalan normal, menggunakan lampuu indikator Pilot Lamp berwarna hijau. Stop / menandakan mesin atau sistem mati , menggunakan lampu indicator Pilot Lamp berwarna merah. Peringatan / tidak bekerja seperti biasanya / akan terjadi masalah, menggunakan indikator Pilot Lamp berwarna kuning Diameter Pilot Lamp. 22mm. 25 mm. 30 mm. 30.5 mm  

Baca selengkapnya →
Gelombang Radio : Pengertian, Jenis, dan Cara Kerja

Gelombang Radio : Pengertian, Jenis, dan Cara Kerja

Gelombang radio adalah salah satu gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi paling kecil atau memiliki panjang gelombang yang paling besar. Dimana gelombang berada pada rentang frekuensi yang luas meliputi beberapa Hz sampai gigahertz (GHz/orde pangkat 9). Pengertian Gelombang Radio Gelombang radio adalah radiasi elektromagnetik yang memiliki frekuensi paling rendah diantara radiasi elektromagnetik lainnya, seperti gelombang mikro atau gelombang infrared. Gelombang radio dalam jaringan nirkabel memiliki frekuensi diantara 30Hz hingga 300ghz. Dengan panjang gelombang mulai dari 1mm hingga 10.000km. Seperti layaknya gelombang elekromagnetik lainnya, radiowaves bergerak dalam kecepatan cahaya dan dapat bergerak dalam ruangan hampa. Oleh sabab itu gelombang ini dapat digunakan sebagai media transmisi menggunakan satelit. Jenis-Jenis Gelombang Radio Terdapat beberapa jenis gelombang radio, diantaranya sebagai berikut: 1. Gelombang Panjang (Long Wave) Gelombang jenis ini memiliki signal yang panjang sehingga dapat menjangkau range area yang sangat luas. Kelemahan dari gelombang ini yaitu memerlukan daya listrik yang sangat besar sehingga mahal dalam operasionalnya, sebab jenis gelombangnya yang panjang dan lebar menyebabkan rentan terhadap gangguan (noise). 2. Gelombang Pendek (Short Wave) Gelombang pendek memerlukan udara sebagai mediator. Jenis gelombang ini adalah SW (short wave). Kelebihan dari gelombang ini yaitu mampu menjangkau wilayah (coverage area) yang luas. Sehingga banyak digunakan oleh pemancar internasional atau antar benua. Kelemahan dari gelombang ini yaitu banyak noise khususnya dari matahari, cuaca, udara, halilintar dsb. Suara manusia dapat didengar dengan baik, namun pengguanaan sound effect dapat kehilangan mutu kulitasnya (kabur). 3. Gelombang Medium (Medium Wave) Gelombang medium memerlukan permukaan bumi sebagai mediator. Umumnya ini dipakai oleh stasiun radio. Jenis yang dipakai oleh gelombang ini yaitu AM (amplitudo modulation) dan FM (frequency modulation). Kelebihan dari gelombang ini yaitu permukaan bumi kurang dipengaruhi cuaca sehingga tidak terjadi noise. Mutu penyiaran lebih bagus dalam kualitas suara dan sound effect. Kelemahan dari gelombang ini yaitu tanah menyerap gelombang lebih cepat daripada udara yang menyebabkan jarak jangkauan siaran lebih sempit sehingga memerlukan booster. Cara Kerja Gelombang Radio Berikut beberapa tahapan cara kerja pada gelombang radio, yaitu: Gelombang merambat di udara bebas dengan kecepatan 300.000 km/detik. Sinyal dipancarkan dengan menggunakan gelombang pembawa. Getaran-getaran suara dalam percakapan telepon, atau getaran yang ditimbulkan oleh pengirim tanda-tanda telegraf atau facsimile diubah menjadi getaran-getaran listrik sepanjang penyalurannya. Panjang gelombang paling panjang yang dipantulkan oleh lapisan udara yang juga berada tinggi di dalam atmosfer bumi yang disebut ionosfer. Dengan menggunakan cara yang telah diterangkan pesan lewat radio bisa untuk dipantulkan sehingga bisa mencapai jarak yang sangat jauh. Sesampainya di tempat tujuan, getaran listrik diubah kembali menjadi getaran informasi yang dapat didengar dan dimengerti oleh si penerima berita, melalui pesawat telepon, pesawat teleks, facsimile atau monitor suatu penerima televisi. Manfaat Gelombang Radio Adapun manfaat gelombang radio diantaranya sebagai berikut: Membawa informasi penting lebih mudah dan navigasi. Menyalurkan transmisi radio Mempermudah kontak dengan kendaraan udara (pesawat) Transmisi data satelit para astronot di ruang angkasa mampu menjangkau dan berbicara dengan orang-orang di bumi. Memantau dan mengontrol inviroments industri tertentu Mampu Meningkatan akurasi. Dengan menggunakan gelombang orang dapat memantau dan mengontrol inviroments industri tertentu.

Baca selengkapnya →
Apa Itu Arus Bocor Pada Listrik?

Apa Itu Arus Bocor Pada Listrik?

Apa Itu Arus Bocor Pada Listrik? Apa Itu Arus Bocor Pada Listrik? – Pembayaran beban rekening listrik sering dinilai kurang masuk akal oleh konsumen karena nilainya berbeda dengan perhitungan pemakaian dan beban terpasang pada rumah konsumen yang bersangkutan. Secara realistis seharusnya perbedaan antara nilai anggapan konsumen dengan nilai yang tercatat oleh petugas pencatat PLN yang kemudian menjadi nilai yang tertagihkan adalah sama antara pemilik dengan pihak PLN. Perbedaan tersebut selain dapat disebabkan karena faktor non-teknis yaitu kesalahan pencatatan beban yang terpakai oleh petugas PLN, juga dapat disebabkan adanya faktor secara teknis yang kurang mendapat perhatian oleh konsumen pengguna listrik itu sendiri. Kondisi ideal suatu instalasi listrik rumah tangga, yaitu jika semua beban tidak tersambung ke sumber listrik (beban tidak beroperasi) maka tidak ada arus yang mengalir melalui penghantar karena kawat fasa dan kawat netral maupun pentanahan dipisahkan oleh isolator serta karena tidak adanya beban listrik yang beroperasi. Jadi jika tidak ada beban beroperasi maka tentunya tidak ada perubahan pada meteran milik konsumen tersebut Kenyataan yang terjadi, dalam isolator tersebut masih terdapat sedikit elektron bebas yang dapat mengalirkan arus. Selain itu energi listrik yang disalurkan ke konsumen biasanya akan menyebabkan adanya arus lain yang juga mengkonsumsi energi tersebut sehingga besar arus yang mengalir menjadi lebih besar dari arus wajarnya karena beberapa hal seperti kapasitansi antar penghantar dan perubahan kekuatan isolasi yang menyebabkan Arus Bocor Mengalir. Arus Bocor dan Faktor Penyebabnya RCCB (Residual Current Circuit Breaker) Apa Itu Arus Bocor Pada Listrik? – Arus listrik adalah aliran elektron dari yang bertegangan lebih tinggi ke tegangan yang lebih rendah dan dapat mengalir jika merupakan suatu rangkaian tertutup. Jadi jika terdapat beda tegangan pada suatu rangkaian listrik yang tertutup maka akan terdapat aliran arus. Beda tegangan itu sendiri adalah beda potensial antara dua titik yang dihubungkan. Arus bocor adalah arus yang mengalir dalam instalasi listrik yang melalui isolasi listrik maupun akibat kapasitans saluran untuk tegangan bolak-balik serta adanya rugi-rugi konduktor. Efek kapasitansi pada penghantar untuk sistem tegangan rendah dapat diabaikan, hal ini diperhitungkan untuk menganalisis sistem dengan tegangan kerja yang cukup tinggi serta saluran atau penghantar yang cukup panjang. Sedangkan kehilangan daya akibat rugi-rugi konduktor pada arus bolak balik (Altenating Current/AC) tergantung pada arus rms dan resistans AC efektif konduktor. Resistans AC lebih besar dibanding resistans DC jarena adanya efek kulit terhadap arus AC sehingga kehilangan daya konduktor pada arus AC lebih besar di banding pada arus DC. Adapun faktor yang mempengaruhi besarnya arus bocor yang terjadi dalam instalasi listrik adalah : Kekuatan Isolasi Isolasi adalah sifat atau bahan yang dapat memisahkan secara elektris dua buah penghantar atau lebih yang berdekatan sehingga tidak terjadi kebocoran arus sehingga menyebabkan lompatan api (flashover). Isolasi juga dipakai untuk memisahkan dua sistem dengan tegangan yang berbeda maupun fase yang berbeda dalam sebuah sistem tenaga listrik. Jadi fungsi utama isolasi adalah sebagai sarana pengaman (Arismunandar, 1994). Sistem tenaga listrik untuk keperluan transmisi sampai pada distribusi dengan tegangan sampai tegangan menengah umumnya menggunakan isolator pasangan luar dengan bahan dasar yang banyak dipakai di Indonesia terbuat dari keramik, gelas dan porselin. Sedangkan bahan isolasi yang banyak dipakai untuk kabel tegangan rendah adalah polyvinilchloride (PVC). PVC tidak bisa digunakan untuk aplikasi tegangan tinggi karena mempunyai sifat dielektrik tinggi dan kehilangan daya yang tinggi pula (Naidu, 1995). Kekuatan isolasi tergantung pada umur isolasi dimana semakin lama sebuah isolasi digunakan maka akan semakin menurun kekuatan isolasinya. Penurunan kualitas bahan isolasi secara kimiawi (deterioration) terhadap karakteristik listriknya umumnya disebabkan karena panas, kelembaban, kerusakan mekanis dan tegangan lebih (Arismunandar, 1994). Kapasitas Saluran Salurannya yang terdiri atas dua kawat atau lebih yang di beri tegangan akan bersifat seperti kapasitor. Sifat kapasitif antara dua penghantar tersebut akan mengalirkan arus jika di beri tegangan bolak-balik. Instalasi listrik rumah tangga menggunakan tegangan bolak-balik sehingga kapasitansi saluran akan menyebabkan adanya arus bocor. Arus bocor yang disebabkan kapasitansi saluran dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (Smith, 1990) : Dari persamaan di atas terlihat bahwa arus tersebut berbanding lurus dengan nilai kapasitansi saluran dan besarnya perubahan tegangan terhadap waktu. Kerugian Konsumen Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya bahwa arus bocor pada instalasi listrik rumah tangga sudah tentu dapat merugikan konsumen. Besarnya kerugian per-bulan dapat dihitung sebagai berikut : Biaya / bulan = (biaya/jam) x 24 jam x 30 hari Biaya / jam = kWh x tarif Wh = V x I x 1 jam dengan : Wh : Watt-hour kWh : kilo-Watt-hour (=1000 Wh) V : tegangan (Volt) I : arus (Ampere) Dari segi keamanan arus bocor dengan level yang tinggi dapat membahayakan konsumen itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan standarisasi untuk menghindari bahaya arus bocor tersebut. Menurut PUIL 2000, beda potensial antara titik pentanahan dengan tanah tidak boleh lebih besar dari 50 Volt pada kondisi tahanan pentanahan tidak lebih besar dari 5 Ohm. Tetapi beda potensial yang timbul sangat tergantung kepada kondisi tanah tempat pentanahan dilakukan karena kondisi tanah berpengaruh kepada besarnya tahanan tanah dari sistem pentanahan yang dilakukan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian di lokasi pengujian, ditemukan bahwa penyebab utama dari besarnya arus bocor yang mengalir pada konduktor pentanahan disebabkan karena umur instalasi yang sudah tua sehingga kekuatan dieleketrik kabel menjadi berkurang sehingga jika kabel bersentuhan dengan bagian sistem maka akan mengalir arus ke tanah yang kemudian disebut sebagai arus bocor. Selain itu arus bocor umumnya disebabkan karena penggunaan beban-beban listrik seperti personal computer (PC) dan kulkas. Gejala arus bocor yang dapat dirasakan langsung yaitu jika pentanahan kurang baik maka ketika secara tidak sengaja tangan menyentuh body peralatan seperti PC maka akan terasa ada yang menyengat pada kulit. Tetapi jika pentanahannya cukup baik maka tidak akan terasa sengatan listrik pada tangan, karena seluruh arus bocor yang mengalir disekitar peralatan PC tersebut akan dialirkan ke tanah. Yang kemudian dapat diukur besarnya arus bocor tersebut pada sisi konduktor pentanahan yang terpasang pada kWh-meter. Kebocoran arus sebisa mungkin harus di deteksi lebih dini, agar segala dampak yang ditimbulkan kebocoran arus segera di atasi. Salah satu alat mengatasi  kebocoran arus yaitu RCCB (Residual Current Circuit Breaker), alat ini mampu mendeteksi kebocoran arus. Dan akan langsung memutuskan Arus listrik apabila terjadi arus Bocor.

Baca selengkapnya →
Perbedaan Timer On Delay dan Off Delay

Perbedaan Timer On Delay dan Off Delay

Perbedaan Timer On Delay dan Off Delay – TDR atau Timer Delay Relay adalah salah satu komponen listrik yang berfungsi sebagai saklar / kontak yang operasinya dijeda berdasarkan waktu yang disetting. Berdasarkan fungsinya TDR dikelompokan menjadi 2 jenis yaitu TDR On Delay dan TDR Off Delay. Kesalahan persepsi yang banyak terjadi adalah mendefinisikan prinsip kerja dari TDR On delay dan TDR Off delay. TDR On Delay banyak yang mengartikan sebagai kontak timer yang berfungsi On dengan hitungan waktu yang disetting (proses ON kontak menggunakan Delay waktu), sedangkan TDR Off  Delay banyak yang mengartikan sebagai kontak timer yang berfungsi Off dengan hitungan waktu yang disetting (proses OFF kontak menggunakan Delay waktu). Hal ini adalah sebuah kekeliruan yang harus segera diluruskan.   Pada artikel ini saya akan mencoba memaparkan prinsip kerja dari TDR On Delay dan Off delay beserta perbandingan rangkaian yang dibuat sehingga jelas perbedaan antara TDR On Delay dan Off Delay dan bisa dipahami untuk aplikasi rangkaian kontrol lebih lanjut. Istilah TDR selanjutnya saya singkat penyebutannya dengan istilah “timer”   Perbedaan Timer On Delay dan Off Delay   A. Timer Relay On Delay   Perbedaan Timer On Delay dan Off Delay – Timer On Delay adalah relay yang operasi kontaknya dikendalikan oleh setting waktu dan setting waktu tersebut akan mulai menghitung selama coil relay mendapatkan tegangan terus menerus.   Timer On Delay   simbol wiring On Delay   Berikut ini adalah gambar diagram kontrol dan timing diagram dari Timer On Delay sehingga bisa ditarik kesimpulan bagaimana prinsip kerja timer tersebut dengan penjelasan dalam bentuk timing diagram.     Pada diagram diatas, timer disetting 5 detik atau 5s dan  kontak on delay yang saya pakai adalah kontak NO (normally open) dimana dalam keadaan timer on delay tidak operasi, kontak dari on delay tersebut bersipat open / terbuka. Arsiran pada baris “timer” pada timing diagram diartikan timer tersebut mulai aktif melakukan hitungan sesuai setingnya.   Action yang dilakukan pada diagram kontrol gambar (a) akan saya terjemahkan pada timing diagram gambar (b). Kondisi pertama adalah push button (pb) ditekan selama 1s atau 1 detik, maka Timer On Delay langsung energize dan menghitung waktu dari 5s menuju 0s. Karena energize timer hanya berlangsung 1s maka hitungan Timer On Delay yang terjadi hanya 1s saja sehingga pada kondisi ini lampu masih belum operasi karena kontak Timer masih open belum berubah kondisi.Kondisi kedua adalah push button ditekan selama 8s atau 8 detik, maka Timer On Delay langsung energize dan mulai menghitung waktu sesuai setingannya yaitu dari 5s menuju 0s. Saat 0s tercapai maka kontak dari Timer tersebut akan berubah kondisi menjadi close dan menyalakan lampu. Lampu akan mati kembali setelah 3s saat push button release / open / dilepas karena kontak dari Timer On Delay kembali open sehingga aliran arus menuju lampu terputus. Kesimpulannya bahwa Timer On Delay akan bekerja dan menghitung waktu sesuai setingannya selama Timer tersebut energize. Dari pernyataan ini maka rangkaian kontrol timer seperti gambar diatas untuk sebuah Timer On Delay tidaklah cocok.   Perbedaan Timer On Delay – Rangkaian dari Timer On Delay yang benar ketika dipasangkan dengan komponen push button adalah seperti rangkaian pada instalasi dasar kontaktor yaitu rangkaian self holding, baca artikelnya pada blog ini di “SELF HOLDING, instalasi dasar kontaktor”, sehingga tak heran dalam realisasi rangkaian kontrolnya anda akan banyak menemukan instalasi Timer On Delay ini diparalel langsung dengan kontaktor, atau untuk Timer On Delay jenis pneumatic, Timer tersebut akan langsung ditempel pada body atas kontaktor. Jika rangkaian self holding pada sebuah Timer On Delay tersebut tidak mungkin dilakukan, maka komponen yang cocok menggantikan push button adalah saklar / switch, sehingga sekali action pada saklar switch timer akan energize terus menerus dan melaksanakan perannya. Untuk meng Off kan fungsi timer anda tinggal menekan saklar / switch sekali lagi yaitu ke posisi Off.   Timer Relay Off Delay   Perbedaan Timer On Delay dan Off Delay – Timer Off Delay adalah relay yang operasi kontaknya dikendalikan oleh setting waktu dan setting waktu tersebut akan mulai menghitung ketika coil relay mendapatkan tegangan Off setelah On atau tegangan sesaat saja dari On menjadi Off.   Timer Off Delay   simbol wiring Off Delay   Berikut ini adalah gambar diagram kontrol dan timing diagram dari Timer Off Delay sehingga bisa ditarik kesimpulan bagaimana prinsip kerja timer tersebut dengan penjelasan dalam bentuk timing diagram.     Sama halnya seperti pada diagram On delay sebelumnya, pada diagram diatas, timer disetting 5 detik atau 5s dan kontak off delay yang saya pakai adalah kontak NO (normally open) dimana dalam keadaan timer off delay tidak operasi, kontak dari off delay tersebut bersipat open / terbuka. Arsiran pada baris “timer” pada timing diagram diartikan timer tersebut mulai aktif melakukan hitungan sesuai setingnya. Action yang dilakukan pada diagram kontrol gambar (a) akan saya terjemahkan pada timing diagram gambar (b) sama seperti halnya penjelasan pada Timer On Delay sebelumnya. Kondisi pertama adalah push button (pb) ditekan selama 1s atau 1 detik, maka Timer OffDelay langsung energize dan kontak Timer Off Delay tersebut langsung berubah kondisi dari NO menjadi close sehingga lampu pun menyala. Pada kondisi ini Timer Off Delay  tidak memulai menghitung waktu dari 5s menuju 0s, hanya energize dan merubah kondisi kontaknya saja tetapi fungsi timer untuk menghitung waktu tidak aktif. Ketika push button dilepas setelah 1s maka hitungan Timer Off Delay tersebut mulai aktif atau bekerja meskipun Timer Off Delay tersebut tidak terenergize. Ketika hitungan Timer Off Delay tercapai dari 5s menuju 0s maka kontak Timer Off Delay yang sudah berubah kondisi sejak awal dari NO menjadi Close akan berubah kembali ke posisi normalnya yaitu kembali open atau membuka sehingga lampu pun mati. Akumulasi lampu menyala pada kondisi pertama ini adalah total 6s atau 6 detik.Kondisi keduaadalah push button ditekan selama 2s atau 2 detik, maka kembali lagi ke prinsip kerja Timer Off Delay seperti pada kondisi pertama yaitu Timer Off Delay langsung energize dan kontak Timer Off Delay tersebut langsung berubah kondisi dari NO menjadi close sehingga lampu pun menyala. Pada kondisi ini Timer Off Delay  tidak memulai menghitung waktu dari 5s menuju 0s, hanya energize dan merubah kondisi kontaknya saja tetapi fungsi timer untuk menghitung waktu tidak aktif. Ketika push button dilepas setelah 2s maka hitungan Timer Off Delay tersebut mulai aktif atau bekerja meskipun Timer Off Delay tersebut tidak terenergize. Ketika hitungan Timer Off Delay tercapai dari 5s menuju 0s maka kontak Timer Off Delay yang sudah berubah kondisi sejak awal dari NO menjadi Close akan berubah kembali ke posisinormalnya yaitu kembali open atau membuka sehingga lampu pun mati. Akumulasi lampu menyala pada kondisi kedua ini adalah total 7s atau 7 detik, selisih 1 detik dari kondisi pertama disebabkan meneklan push button lebih lama 1 detik dari kondisi pertama.

Baca selengkapnya →
Fungsi KWH Meter dan Prinsip Kerjanya

Fungsi KWH Meter dan Prinsip Kerjanya

Fungsi KWH Meter dan Prinsip Kerjanya Fungsi KWH Meter – KWH Meter adalah alat yang digunakan untuk menghitung daya listrik pengguna setiap bulan dan akan menentukan besar pembayaran listrik setiap bulannya. Alat ini akan dengan mudah di temui di setiap rumah. Listrik merupakan kebutuhan penting bagi setiap orang. Dengan adanya hal ini akan membantu pekerjaan sehari-hari. Bisa dibayangkan jika saat ini belum ada listrik, maka tidak akan ada penggunaan teknologi canggih seperti saat ini. Jika Anda perhatikan di setiap rumah akan memiliki alat yang disebut sebagai KWH meter. KWH meter menggunakan sistem medan magnet yang terinduksi dan mampu menggerakkan aluminium dengan bentuk piringan. Dengan menggunakan sistem induksi medan magnet tersebut untuk menggerakkan piringan aluminium, akan menandakan pemakaian energi listrik. Pergerakan cepat atau lambat dari piringan tersebut maka sekian pula penggunaan listrik dalam periode tertentu. Besar energi listrik yang digunakan dicatat oleh alat ini. KWH meter juga akan menentukan seberapa banyak pembayaran untuk pemakaian daya listrik PLN yang digunakan setiap bulannya. Fungsi KWH Meter yang Perlu Diketahui Fungsi KWH Meter – Alat satu ini merupakan kependekan dari kilowatt-hour yang memiliki fungsi dalam melakukan perhitungan pemakaian energi pada instalasi listrik dari PLN. Hingga saat ini, sudah terdapat dua jenis alat ini yakni jenis pasca bayar atau disebut analog dan jenis pulsa atau digital. Kedua jenis tersebut memiliki fungsi yang sama yakni mencatat pemakaian listrik setiap bulannya. Tidak akan berpengaruh terhadap besarnya daya yang dapat ditampung pada penggunaanya. Hanya saja sistem yang digunakannya sedikit berbeda. KWH meter terdiri atas tiga buah kumparan. Ketiganya dibagi menjadi dua jenis yakni satu kumparan tegangan yang bentuknya koil dengan diameter tipis. Sedangkan, dua kumparan lainnya memiliki bentuk coil dengan diameter tebal. Selain memiliki 3 kumparan, alat ini juga dilengkapi dengan magnet permanen di bagian dalamnya. Fungsi dari magnet permanen ini adalah untuk menetralkan aluminum dari induksi medan magnet. Adanya pungutan biaya setiap bulannya yang dibebankan kepada pelanggan PLN bertujuan untuk ketersediaan biaya dalam pekerjaan pegawai PLN. Dalam hal ini untuk mengalirkan listrik, maintenance alat dan untuk membangun infrastruktur pada gardu listrik setiap tempat.   Jenis dari KWH Meter KWH meter pada awalnya hanya terdiri dari satu jenis saja yakni konvensional atau analog. Namun, belakangan telah berkembang bentuk lainnya yakni digital. 1. Analog Jenis KWH Meter analog ini memiliki beberapa komponen penting yang menyusunnya. Di antaranya alat setel, piringan, magnet permanen, terminal, kumparan tegangan dan berbagai komponen elektronika yang berukuran cukup kecil. Elemen utama pada penggeraknya terdiri dari dua jenis kumparan yakni kumparan arus dan tegangan. Pada saat arus menuju ke kumparan dan melewatinya, maka dalam prosesnya akan menghasilkan fluks magnet. Elemen yang bergerak atau berputar terdiri dari sebuah piringan yang terbuat dari bahan penghantar panas dilengkapi dengan lubang kecil berlekuk. Piringan akan mengalami perputaran di antara poros dan bantalan dan gigi roda di dalam alat tersebut. 2. Digital Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan meteran digital mulai banyak digunakan. Bahkan, sebagian orang beralih menggunakan sistem ini. salah-satu alasannya adalah karena sistemnya yang lebih modern dan lebih pintar dari jenis analog. Jenis ini sering juga disebut meteran pulsa. Pada alat ini akan terdapat label info mengenai besaran daya listrik yang telah digunakan. Komponennya terdiri dari indikator LED, segel metrology, indicator kontraktor, LCD untuk isi token dan keypad untuk masukkan nomor. Bagi Anda yang menggunakan sistem ini, harus membeli pulsa token listrik sebelum digunakan. Jika pulsa dalam tabungan telah habis, maka secara otomatis rumah akan berhenti dialiri listrik. Hal yang membedakan dari kedua jenis ini adalah cara pembayarannya. Jenis analog menggunakan sistem pembayaran pascabayar. Sedangkan, dalam bentuk digital menggunakan sistem prabayar. Sedangkan untuk sistem input daya tidak ada perbedaan. Prinsip Kerja KWH Meter Analog Prinsip kerja KWH meter menghasilkan arus fluks bolak balik Φc dari arus beban. Kemudian arus tersebut melewati piringan aluminium dan terinduksi dan timbul tegangan dan eddy current. Kumparan lainnya Bp akan menghasilkan fluks bolak balik Φp yang melintas di arus If. Dengan ini piringan akan menerima resultan dan gaya dari torsi yang menyebabkan piringan akan melakukan putaran. Fluks Φp serta arus IF adalah torsi putaran sebanding dan harga cosinus di antara sudutnya dan seterusnya. Semakin besar daya aktif semakin cepat piringan tersebut mengalami perputaran dan sebaliknya. Dari proses tersebut dapat dilakukan perhitungan besar tagihan listrik yang perlu dibayarkan setiap bulannya. Besaran listrik yang dipakai setiap bulannya akan di kali dengan tarif dasar listrik atau TDL. Kemudian setelah dikalikan antara keduanya, maka akan ditambahkan dengan biaya lainnya yakni biaya pajak dan biaya abonemen. Meski pemakaian daya dari PLN dicatat, namun pihak PLN tidak bisa leluasa dalam mengendalikan alat yang ada di rumah Anda ini. Alat ini hanya akan mencatat pemakaian yang Anda gunakan setiap bulannya. Prinsip Kerja KWH Meter Digital Prinsip kerja KWH Meter digital menggunakan sistem yang telah diprogram sebelumnya dan berjalan secara otomatis. Program ini terdapat di bagian mikroprosesor lain dengan prinsip analog yang menggunakan prinsip kumparan induksi. Penggunaan meteran jenis ini sama dengan sistem analog yakni akan menerima input sinyal tegangan. Perbedaan sistem analog hanya akan meng input secara analog saja. Sedangkan, sistem digital input analog akan terkonversi menjadi sinyal digital berlangsung secara berkala. Pada prinsip kerjanya, pelanggan harus membeli pulsa atau token listrik untuk memastikan daya listrik tetap dialiri ke dalam rumahnya. Ini berguna sebagai tabungan daya listrik. Jika sewaktu-waktu token tersebut akan habis akan didapati bunyi peringatan. Pada saat tabungan atau token listrik habis dan tidak diisi kembali, maka pemutusan aliran secara otomatis dapat terjadi. Lain halnya dengan penggunaan analog yang pemutusannya tidak langsung terjadi. Alat ini juga disebut sebagai meteran pintar. Dengan menggunakan ini, Anda bisa dengan leluasa menentukan seberapa banyak token listrik yang akan digunakan karena menggunakan sistem prabayar. Ini tidak berlaku pada analog karena pembayaran akan dilakukan setiap bulannya. Ini adalah perbedaan paling mencolok yakni sistem pembayaran yang digunakan. Dengan sistem digital ini Anda harus menginput sendiri kode token melalui keypad tersedia dalam alat tersebut dan akan terisi secara otomatis nantinya. Lain halnya dengan penggunaan analog, Anda tidak akan menemukan hal tersebut karena diatur oleh pihak PLN. Namun, dalam hal ini alat tersebut sebagai pencatatan penggunaan daya, tidak ada pihak yang bisa mengubah atau mengendalikan lajunya, meskipun itu dari pihak PLN.

Baca selengkapnya →