Penuhi Kebutuhan Listrik Anda dengan Produk Terbaik

Welcome
To
Vinsa

"Vinsa: Dedikasi untuk Menyediakan Solusi Listrik Premium, Memberikan Produk Berkualitas Tinggi untuk Kebutuhan Rumah, Bisnis, dan Industri Anda!"

- Contactor Accessories

- MCCB Accessories

- Cable Lug

SC Series

SV Series

RV Series

- Selector Switch

- Terminal Block

🌟 Best Quality

Quality you can trust, performance you can rely on.

🔧 Best Product

Reliable, safe, and efficient electrical products for home and business.

âš™ Best Service

Smart, durable, and energy-efficient electrical solutions for homes and businesses.

Contact Us

Get the best products and the best quality at affordable prices and you will be able to feel the advantages yourself.

Contact Us →

Check Our Product

Built for durability and safety

Our Product More →

From Our Blog

Panel ATS (Automatic Transfer Switch) Fungsi dan Cara Kerja

Panel ATS (Automatic Transfer Switch) Fungsi dan Cara Kerja

ATS (Automatic Transfer Switch) - kepuasaan user terhadap genset yang di pakai tidak terlepas dari peranan sebuah panel. Panel yang memberikan kemudahan bagi user dalam menjalankan fungsi genset. Perangkat itu yakni Panel ATS. panel yang di bilang tidak terlalu pokok namun bisa jadi andalan agar fungsi dari genset bisa otomatis menyala. Panel ini memang jarang di gunakan untuk genset kapasitas kecil dan seringnya digunakan di genset kapasitas besar yang di miliki oleh perusahaan-perusahaan atau pun hotel yang membutuhkan aliran listrik yang cepat pada saat pemadaman listrik PLN. Panel ATS (Automatic Transfer Switch) Panel ATS-AMF seperti itu yang sering orang bilang. Jika di pisahkan Panel ini memang memiliki dua peranan yang berbeda. Yang satu sama lain saling berkaitan. Secara fungsi dan arti Automatic Transfer Switch yang bisa menghubungkan Listrik PLN ke Genset dan sebaliknya memutuskan aliran dari Listrik PLN ke Genset atau bisa di katakan Saklar. Adapun untuk panel AMF secara garis besar merupakan kependekan dari Automatic Main Falure adalah sebuah rangkaian elektrik yang terdapat pada panel yang bekerja secara otomatis memproses untuk mematikan atau menghidupkan serta mematikan kembali generator atau genset secara sendiri tanpa harus dimatikan oleh operator genset alias otomatis. Proses kerja dari Perangkat Panel ATS - AMF ini secara prinsipnya apabila aliran listrik dari PLN putus maka panel langsung memindahkan aliran ke genset dan AMF akan langsung pula menghidupkan genset secara otomatis dan mengalirkan aliran listrik dan sebaliknya juga apabila listrik PLN hidup makan secara otomatis pula panel AMF akan mematikan generator Set dan ATS akan memindahkan aliran dari PLN langsung Dalam realita yang ada, Pihak user selalu ingin mendapatkan unit genset yang bisa aktif dalam tempo waktu yang cepat pada saat pemadaman. Disini lah peran keunggulan dari ATS AMF yang mana memberikan kenyaman kepada user agar bisa cepat dalam mem back up listrik dari PLN.  

Baca selengkapnya →
Fungsi dan Kegunaan Cable Tray

Fungsi dan Kegunaan Cable Tray

Fungsi dan Kegunaan Cable Tray dan Ladder, Dalam system kelistrikan kabel tray digunakan untuk support kabel, baik kabel power maupun kabel data. Cable Tray digunakan sebagai alternatif wiring/conduit system terbuka.Hal ini selain memberikan tambahan perlindungan kepada instalasi kabel, juga mempermudah dalam pemeliharaanya (maintenance). Cek harga kabel ladder murah Harga kabel tray secara umu sudah di bilang murah karen persaingan dalam dunia bisnis. Secara umum ada 3 bentuk dari kabel tray yang menawarkan keunggulanya masing-masing pada aplikasi yang berbeda yaitu: Cabel tray berlubang (kabel tray), Cabel tray polos (kabel duct), dan Cabel ladder. Dari 3 bentuk itu, tersedia finishing indoor dan outdoor. Finishing indoor menggunakan Elektro Galvanis atau Powder Coating, sedangkan untuk finishing outdoor menggunakan Hot Dipped Galvanis yang memberikan perlindungan terhadap karat. Cabel Tray berlubang atau biasa disebut Kabel tray adalah bentuk ideal untuk aplikasi dalam instalasi kabel yang menghasilkan panas yang sedang, Lubang-lubang yang ada pada Cabel Tray memberikan ventilasi yang cukup untuk menghindari terjebaknya panas di dalam rangkaian Cabel Tray., Baca data ini : Daftar Harga Kabel Tray terbaru Juni 2016 Cable Tray.Fungsi : Tatakan Kabel.Material : Plat Hitam Hot Roll Coil Plate.Tebal Material : 2mm.Finishing :– Hot Dip Galvanized (HDG); minimum 55 micron.– Electro Plating (EP); minimum 12 mikron. * Melayani pesanan Finishing Powder Coating.* Harga tertera dalam kuantiti.* Harga sewaktu-waktu bisa berubah sesuai Fluktuasi Harga Logam.Cabel tray polos atau Cabel duct adalah bentuk ideal untuk aplikasi dalam instalasi kabel yang tidak menghasilkan panas.Cabel duct memberikan perlindungan yang lebih baik karena tertutup rapat. Adalah sebuah pipa yang digunakan untuk melindungi kabel kabel dari gangguan dari luar, seperti interperensi (noise), gangguan dari binatang-binatang kecil, suhu, dan sebagainya.sekilas Cable Conduit ini mirip dengan pipa PVC dalam segi bentuk. instalasi penerangan listrik awal memanfaatkan yang ada pipa gas untuk peralatan gas cahaya (dikonversi ke lampu listrik). Karena teknik ini memberikan perlindungan yang sangat baik untuk jaringan kabel interior, itu diperluas ke semua jenis kabel interior dan oleh kopling awal abad ke-20 tujuan-dibangun dan fitting yang diproduksi untuk penggunaan listrik. saluran listrik memberikan perlindungan yang sangat baik untuk konduktor tertutup dari dampak, air, dan uap kimia. nomor Variasi, ukuran, dan jenis konduktor dapat ditarik ke dalam saluran, yang menyederhanakan rancangan dan konstruksi dibandingkan dengan menjalankan beberapa kabel atau kabel komposit biaya disesuaikan. Sistem Pengkabelan di bangunan tunduk pada perubahan sering. perubahan kabel sering dibuat lebih sederhana dan lebih aman melalui penggunaan saluran listrik, sebagai konduktor yang ada dapat ditarik dan konduktor baru diinstal, dengan sedikit gangguan di sepanjang jalan saluran tersebut. Sebuah sistem saluran dapat dibuat tahan air atau di bawah air.Logam saluran dapat digunakan untuk melindungi sirkuit sensitif dari interferensi elektromagnetik, dan juga dapat mencegah emisi gangguan tersebut dari kabel listrik tertutup Wall mount of wire mesh cable trayFit for: Width from 100mm to 300mm wire mesh cable traysInclude: TWH×1, HDC set×1Feature: Heavy duty supportingPerlengkapan Cable Tray: Straight Tray Ouside Riser Inside Riser Elbow Tee Cross Reducer (Left, Center or Right) Cover Jointing Bracket Support Hold Down Clamp Hanger Beam Hold Down Clip End Plate Set Splice Plate Set Separator Horizontal Fishplate Vertical Fishplate Raceways adalah tipe horizontal dari conduit yang digunakan untuk pemasangan kabel & biasanya disatukan secara modular dengan vendor penyedia konektor melebihi radius minimum. Raceways dipasang diluar dinding-dinding ditempat dimana kabel susah untuk dipasang dalam dinding. Patch cable adalah segmen kabel UTP yang dipakai untuk menghubungkan kartu interface jaringan ke wall jack atau untuk menghubungkan bagian-bagian lain dari instalasi kabel jaringan ini.Patch panel merupakan panel penghubung yang menyediakan multi port yang menyalurkan kabel-kabel ke piranti-piranti atau hardware penghubung lainnya seperti switch. Tebal material kabel tray adalah 2mm Bahan yang digunakan :kebanyakan kabel tray dibuat dari baja galvanis, baja tak berkarat, alumunium, atau kaca fiber kaca yang diperkuat. Bahan yang diberikan untuk penerapan dipilih berdasarkan korosi dan hambatan yang digunakan untuk satu lokasi.Kabel ladder Adalah perlengkapan yang digunakan untuk jalur pemasangan kabel listrik agar aman dan terlihat rapih / (Penyangga kabel). Cable Ladder berbentuk tangga tersedia tipe U , tipe W dan tipe Heavy Duty (SLHD) . Perlengkapan Cable Ladder: Sebuah sistem tray kabel digunakan untuk mendukung kabel listrik berisolasi yang digunakan untuk distribusi listrik dan komunikasi. Nampan kabel digunakan sebagai alternatif kabel terbuka atau sistem saluran listrik, dan biasanya digunakan untuk manajemen kabel dalam konstruksi komersial dan industri. Mereka terutama berguna dalam situasi di mana perubahan ke sistem kabel yang diantisipasi, karena kabel baru dapat diinstal dengan meletakkan mereka dalam baki, bukan menarik mereka melalui pipa. Material: Hot Rolled Sheet Steel (SPHC) Thickness 2.0 MM Standard Length 3000 MM.Finishing: Hotdip Galvanized (BS 729, DIN 50978) atau Powder Coating Cable Cage.Fungsi : Tatakan Kabel.Material : Kawat Baja.Diameter Kawat : 5mm.Finishing :– Hot Dip Galvanized (HDG); minimum 55 micron.– Electro Plating (EP); minimum 12 mikron.* Melayani pesanan Finishing Powder Coating.* Harga tertera dalam kuantiti.* Harga sewaktu-waktu bisa berubah sesuai Fluktuasi Harga Logam. Kabel horizontal yang paling sering diimplementasikan yaitu 100 ohm, 4 pair UTP, kabel solid konduktor seperti yang ditentukan dalam standar ANSI/TIA/EIA 568 untuk komersial bangunan. Standar ini juga menyediakan untuk pemasangan kabel horizontal yang diimplementasikan dengan 62.5/125 micron atau 50/125 micron untuk serat optik multimode. Juga 150 ohm pada kabel STP, tetapi tidak direkomendasikan untuk installasi saat ini. Kabel horizontal dijalankan antara cross-connectpanel dalam 1 wiring closet & wall jack. Kabel coaxial bukan termasuk kabel horizontal  

Baca selengkapnya →
Pengertian Fuse atau Sekering, Cara Kerja, dan Jenis-jenisnya

Pengertian Fuse atau Sekering, Cara Kerja, dan Jenis-jenisnya

Pengertian Fuse atau Sekering Pengertian Fuse atau Sekering – Fuse atau Sekering mempunyai peranan yang sangat penting dalam sebuah rangkaian elektronik. Fungsi utamanya yaitu sebagai pengaman rangkaian elektronik. Pada umumnya, fuse terdiri dari kawat halus yang pendek serta dapat terputus jika mengalami arus listrik secara berlebih. Saat ini, fuse atau sekering sudah menjadi sebuah komponen penting di berbagai macam elektronik seperti peralatan rumah tangga dan bahkan kendaraan bermotor. Dengan adanya fuse, maka alat elektronika tersebut akan terhindar dari kerusakan. Nah pada artikel kali ini mimin akan membahas mengenai pengertian fuse, simbol, cara mengukur dengan multimeter, prinsip dan jenis-jenisnya. Untuk itu simak pembahasannya dibawah ini. Fuse atau bisa disebut juga dengan sekering adalah komponen yang fungsinya sebagai pengaman dalam rangkaian elektronika ataupun perangkat listrik. Fuse (Sekering) pada dasarnya terdiri dari sebuah kawat halus pendek yang akan meleleh dan terputus jika dialiri oleh arus listrik yang berlebihan ataupun terjadinya hubungan arus pendek (short circuit) dalam sebuah peralatan listrik/elektronika. Dengan putusnya fuse (sekering) tersebut, maka arus listrik yang berlebihan tidak dapat masuk ke dalam rangkaian elektronika. Sehingga tidak merusak komponen yang terdapat dalam rangkaian elektronika yang bersangkutan. Pengertian Fuse atau Sekering – Karena fuse ini fungsinya yang dapat melindungi peralatan listrik dan peralatan elektronika dari kerusakan akibat arus listrik yang berlebihan, fuse (sekering) juga sering disebut sebagai pengaman listrik. Simbol Fuse (Sekering) Cara Mengukur Fuse (Sekering) dengan Multimeter Digital Pada umumnya fuse ini mempunyai bungkusan transparan yang terbuat dari kaca ataupun plastik, sehingga kita bisa melihat langsung apakah kawat halus fuse tersebut putus atau tidak. Namun, ada juga jenis fuse yang bungkusnya menutupi kawat halus di dalamnya, sehingga kita sulit untuk melihat isi dari fuse tersebut. Maka dari itu, kita perlu mengukur fuse dengan multimeter untuk mengetahui apakah fuse tersebut masih baik atau sudah terputus. Berikut ini merupakan cara untuk mengukur Fuse (Sekering) dengan menggunakan Multimeter Digital : Aturlah posisi saklar multimeter pada posisi Ohm (Ω)Hubungkan probe multimeter pada masing-masing terminal fuse (sekering) seperti pada gambar diatas. Fuse (sekering) tidak memiliki polaritas, jadi posisi probe merah dan probe hitam tidak dipermasalahkan.Pastikan nilai yang ditunjukan pada display multimeter adalah “0” Ohm. Kondisi tersebut menandakan fuse tersebut dalam kondisi baik (Short).Jika display multimeter menunjukan “Tak Terhingga”, maka fuse tersebut dinyatakan telah putus atau terbakar.Fuse yang sudah putus atau terbakar harus diganti dengan fuse yang spesifikasi yang sama. Apabila spesifikasi fuse yang diganti tersebut berbeda, maka fungsi fuse yang sebagai pengaman ini tidak bisa berfungsi secara maksimal atau tidak bisa melindungi rangkaian atau peralatan elektronika atau peralatan listrik dengan baik. Jenis-Jenis Fuse Pada umumnya fuse terdiri dari beberapa jenis yang dapat dibedakan berdasarkan bentuknya.Selain perbedaan bentuk, fuse juga memiliki beragam warna yang mempunyai kapasitas yang sangat beragam juga. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai jenis-jenis fuse, diantaranya: 1. Fuse Tabung Fuse tabung mempunyai bentuk seperti tabung serta dilindungi oleh kaca yang terlihat transparan. Maka, dengan demikian kita akan mudah untuk mengetahui kondisi dari komponen penting yang ada didalamnya. Fuse yang mempunyai bentuk tabung ini banyak digunakan sebagai komponen peralatan listrik rumah tangga. Keberadaan fuse tabung sebagai salah satu komponen peralatan elektronik memang memiliki peranan yang sangat penting dalam mencegah korsleting listrik dan kebakaran. 2. Fuse Kotak Bentuk fuse kotak ini hampir sama dengan fuse jenis blade. Namun, fuse kotak mempunyai jendela transparan diatasnya. Untuk ukuran, fuse kotak mempunyai ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis fuse blade. Jenis sekering yang satu ini juga mempunyai warna yang sangat beragam dengan kapasitas yang bervariasi. Cohtohnya yaitu seperti warna hijau 40A, merah muda 30A, merah 50A, hitam 80A, kuning 60A dan biru 100A. 3. Fuse Blade Komponen ini memiliki bentuk yang cukup pipih. Untuk pemasangannya terbilang sangat mudah, karena hanya perlu menancapkannya saja. Sekering ini biasanya dilapisi dengan plastik transparan yang memiliki warna untuk mempermudah dalam identifikasi. Disamping itu, perbedaan warna pada fuse blade juga memiliki kapasitas yang cukup bervariasi. Seperti warna coklat 7.5A, orange 5A, biru 15A, merah 10A, hijau 30A, transparan 25A dan kuning 20A. 4. Fuse Plat Fuse Plat ini mempunyai fungsi sebagai pelindung pada arus listrik yang utama. Jenis sekering ini memiliki kapasitas ampere yang lumayan besar serta bisa mencapai 30A keatas. Kapasitasnya dapat dilihat dengan mudah tepat dibawah plat penghubung. Fuse plat ini dilengkapi dengan pengaman yang dibuat dari bahan plastik hitam dan tidak transparan. Prinsip Kerja Fuse Fuse (Sekering) terdiri dari 2 terminal dan biasanya dipasang secara Seri dengan rangkaian elektronika yang akan dilindunginya. Sehingga apabila fuse (sekering) tersebut terputus maka akan terjadi “Open Circuit” yang memutuskan hubungan aliran listrik supaya arus listrik tidak dapat mengalir masuk ke dalam rangkaian yang dilindunginya. Karena, jika dibiarkan mengalir maka komponen lain yang ada pada rangkaian tersebut juga akan ikut rusak. Meskipun begitu, pada fuse yang sudah mengamankan rangkaian elektronik dari arus yang berlebih umumnya kawat tipis yang ada didalamnya akan menjadi rusak atau bahkan terbakar. Jadi, agar terhindar dari korsleting listrik maka harus segera melakukan pengecekan pada kondisi fuse dan kemudian langsung menggantinya jika mengalami kerusakan. Faktor Penyebab Fuse Rusak wikihow.com Walaupun tugas dari fuse itu adalah untuk pengaman bagi komponen-komponen lain yang ada dalam rangkaian. Fuse juga bisa rusak, karena pada dasarnya fuse tetaplah komponen. Nah dibawah ini ada 3 penyebab fuse bisa rusak yang sering dialami oleh pemakainya, diantaranya: 1. Korsleting Kabel Korsleting kabel merupakan penyebab yang sering terjadi pada kendaraan. Jika kabel pada kendaraan mengalami korslet, maka aliran listrik yang ada didalamnya tidak akan stabil. Adapun cara yang tepat untuk mengatasinya yaitu dengan mengecek korsleting kabel tersebut kemudian menggantinya. 2. Overload Overload adalah arus yang mengalir pada sebuah komponen fuse yang melebihi kapasitas dari biasanya. Fuse (Sekering) tidak dapat menahan arus listrik yang masuk kedalamnya, sehingga fuse mengalami kerusakan dan tidak bisa dipakai lagi. nah disisi lain komponen-komponen setelah fuse tidak akan rusak karena fuse telah menyelamatkannya. 3. Short Circuit Ketika arus listrik berlebih melewati fuse, kawat yang ada dalam fuse akan rusak. Fuse tidak akan berfungsi karena arus yang mengalir di dala, fuse melebihi kapasitas. Kejadian yang dialami fuse ini yaitu adanya hubungan singkat pada sebuah rangkaian yang sering kita sebut dengan “Short Circuit”.

Baca selengkapnya →
Spesifikasi Kabel Supreme NYYHY: Fungsi, Jenis Ukuran, dan Kegunaannya

Spesifikasi Kabel Supreme NYYHY: Fungsi, Jenis Ukuran, dan Kegunaannya

Kabel Supreme NYYHY adalah salah satu jenis kabel listrik fleksibel produksi Supreme Cable yang dirancang untuk kebutuhan instalasi listrik. Kabel ini menggunakan konduktor tembaga serabut (multistrand) sehingga lebih lentur dibandingkan kabel berinti tunggal. Setiap inti konduktor dilapisi isolasi PVC, kemudian dibungkus lagi dengan selubung luar PVC yang kuat dan tahan lama. Kombinasi tersebut membuat kabel NYYHY aman digunakan pada instalasi listrik rumah, gedung, maupun peralatan elektronik dengan tingkat fleksibilitas tinggi.   Kode NYYHY memiliki arti: N → Konduktor tembaga (copper conductor) Y → Isolasi dalam PVC Y → Selubung luar PVC H → Kabel fleksibel (serabut, bukan inti solid) Y → Selubung luar tambahan PVC   Spesifikasi Teknis Jumlah inti (core): 2 inti (fase & netral), 3 inti (fase, netral, & Ground), 4 inti (3 fase & netral) Penampang konduktor: 0,75 mm², 1 mm², 1,5 mm², 2,5 mm², 4 mm², 6 mm², 10 mm², 16 mm², 25 mm², 35 mm², 50 mm², 70 mm², 95 mm², 120 mm² per inti (serabut tembaga fleksibel) Tegangan kerja: 450 / 750 Volt Bahan isolasi: PVC (Polyvinyl Chloride) tahan lembap & dielektrik baik Bahan selubung luar: PVC proteksi mekanis tambahan Suhu kerja: ± 70°C (standar kabel berisolasi PVC) Fleksibilitas: Tinggi (karena konduktor serabut) Sertifikasi: Umumnya memenuhi standar SNI & standar IEC  Fusngi dan Penggunaan Fungsi utama: Mengalirkan listrik pada sistem fase tunggal (220-240 VAC). Digunakan sebagai kabel fleksibel untuk beban kecil hingga menengah. Aplikasi di lapangan: Rumah & Kantor: Lampu, stop kontak, kipas, kulkas kecil Peralatan Portabel: mesin kecil, pompa air, alat elektronik Indoor & semi-Outdoor: dipasang dalam pipa/counduit atau tray kabel (tidak untuk ditanam langsung).   Baca Juga: Mengenal Standar Warna Kabel Listrik di Indonesia   Kapasitas Hantar Arus (Ampacity) Pada 220 V → daya maksimal sekitar 2200-3300 Watt. Standar PUIL → umumnya dipakai 80% dari kapasitas agar lebih aman.   Macam-macam Ukuran Kabel NYYHY Kabel NYYHY tersedia dalam berbagai ukuran penampang inti dan jumalah core sesuai kebutuhan. Tiap ukuran punya fungsi berbeda:   1)      NYYHY 2 x 0,75 mm², Untuk beban kecil seperti lampu meja, charger, kipas kecil.     Kapasitas arus     : 6 A (Ampere)     Stok panjang        : Roll 50 m & 100 m. NYYHY 2 x 0,75 mm²   2)      NYYHY 2 x 1,5 mm², Untuk beban kecil seperti lampu meja, charger, kipas kecil.     Kapasitas arus     : 15 A (Ampere)      Stok panjang        : Roll 50 m & 100 m. NYYHY 2 x 1,5 mm²   3)      NYYHY 2 x 2,5 mm², Untuk instalasi lampu rumah, kipas angin sedang, stop kontak ringan.     Kapasitas arus     : 20 A (Ampere)      Stok panjang        : Roll 50 m & 100 m. NYYHY 2 x 2,5 mm²   4)      NYYHY 2 x 4 mm², Untuk AC kecil, pompa air, atau jalur stop kontak dengan beban agak besar.    Kapasitas arus     : 26 A (Ampere)     Stok panjang        : Meteran. NYYHY 2 x 4 mm²   5)      NYYHY 2 x 6 mm², Untuk mesin cuci, AC besar, pompa air sedang.     Kapasitas arus     : 33 A (Ampere)     Stok panjang        : Meteran. NYYHY 2 x 6 mm²   6)      NYYHY 2 x 10 mm², Untuk daya lebih besar, panel kecil, atau suplai utama rumah.    Kapasitas arus     : 45 A (Ampere)      Stok panjang: Meteran. NYYHY 2 x 10 mm²   7)      NYYHY 3 x 0,75 mm², Untuk peralatan kecil atau peralatan portable dengan grounding.    Kapasitas arus              : 6 A (Ampere)          Stok panjang        : Roll 50 m & 100 m. NYYHY 3 x 0,75 mm²   8)      NYYHY 3 x 1,5 mm², Untuk stop kontak dengan grounding, kipas, atau lampu besar.   Kapasitas arus     : 15 A (Ampere)    Stok panjang        : Roll 50 m & 100 m. NYYHY 3 x 1,5 mm²   9)      NYYHY 3 x 2,5 mm², Untuk kulkas, mesin cuci, water heater kecil.   Kapasitas arus     : 20 A (Ampere)    Stok panjang        : Roll 50 m & 100 m. NYYHY 3 x 2,5 mm²   10)   NYYHY 3 x 4 mm², Untuk AC pompa air sedang, atau stop kontak dengan beban besar.  Kapasitas arus     : 26 A (Ampere)   Stok panjang        : Meteran. NYYHY 3 x 4 mm²   11)   NYYHY 3 x 6 mm², Untuk AC besar, oven listrik, motor listrik kecil.  Kapasitas arus     : 33 A (Ampere)   Stok panjang        : Meteran. NYYHY 3 x 6 mm²   12)   NYYHY 3 x 10 mm², Untuk panel kecil, genset rumah, atau suplai daya utama rumah besar.  Kapasitas arus     : 45 A (Ampere)   Stok panjang        : Meteran. NYYHY 3 x 10 mm²   13)   NYYHY 3 x 16 mm², Untuk suplai panel distribusi menengah atau mesin industri kecil.  Kapasitas arus     : 61 A (Ampere)   Stok panjang        : Meteran. NYYHY 3 x 16 mm²   14)   NYYHY 3 x 25 mm², Untuk mesin industri sedang, & panel distribusi.  Kapasitas arus     : 83 A (Ampere)   Stok panjang        : Meteran. NYYHY 3 x 25 mm²   15)   NYYHY 3 x 35 mm², Untuk motor listrik besar atau panel utama gedung.   Kapasitas arus     : 103 A (Ampere)    Stok panjang        : Meteran. NYYHY 3 x 35 mm²   16)   NYYHY 4 x 0,75 mm², Untuk lampu kecil sistem 3 fase ringan.   Kapasitas arus     : 6 A (Ampere)    Stok panjang        : Roll 50 m & 100 m. NYYHY 4 x 0,75 mm²   17)   NYYHY 4 x 1,5 mm², Untuk instalasi 3 fase kecil, misalnya motor mini.   Kapasitas arus     : 15 A (Ampere)    Stok panjang        : Roll 50 m & 100 m. NYYHY 4 x 1,5 mm²   18)   NYYHY 4 x 2,5 mm², Untuk motor listrik kecil 3 fase, atau panel kecil.   Kapasitas arus     : 20 A (Ampere)    Stok panjang        : Roll 50 m & 100 m. NYYHY 4 x 2,5 mm²   19)   NYYHY 4 x 4 mm², Untuk mesin cuci industri, AC besar 3 fase.   Kapasitas arus     : 26 A (Ampere)    Stok panjang        : Meteran. NYYHY 4 x 4 mm²   20)   NYYHY 4 x 6 mm², Untuk pompa air 3 fase, mesin produksi ringan.   Kapasitas arus     : 33 A (Ampere)    Stok panjang        : Meteran. NYYHY 4 x 6 mm²   21)   NYYHY 4 x 10 mm², Untuk panel distribusi 3 fase menengah.   Kapasitas arus     : 45 A (Ampere)    Stok panjang        : Meteran. NYYHY 4 x 10 mm²   22)   NYYHY 4 x 16 mm², Untuk suplai daya mesin 3 fase menengah.   Kapasitas arus     : 61 A (Ampere)    Stok panjang        : Meteran. NYYHY 4 x 16 mm²   23)   NYYHY 4 x 25 mm², Untuk mesin industri 3 fase dengan daya besar.   Kapasitas arus     : 83 A (Ampere)    Stok panjang        : Meteran. NYYHY 4 x 25 mm²   24)   NYYHY 4 x 35 mm², Untuk panel utama 3 fase di pabrik.   Kapasitas arus     : 103 A (Ampere)    Stok panjang        : Meteran. NYYHY 4 x 35 mm²   25)   NYYHY 4 x 50 mm², Untuk suplai utama Gedung/pabrik, mesin industri besar.   Kapasitas arus     : 132 A (Ampere)    Stok panjang        : Meteran. NYYHY 4 x 50 mm²   26)   NYYHY 4 x 70 mm², Untuk panel utama / mesin industri menengah hingga besar.   Kapasitas arus     : 165 A (Ampere)    Stok panjang        : Meteran. NYYHY 4 x 70 mm²   27)   NYYHY 4 x 95 mm², Untuk distribusi utama berdaya besar di pabrik/Gedung bertingkat.   Kapasitas arus     : 197 A (Ampere)    Stok panjang        : Meteran. NYYHY 4 x 95 mm² 28)   NYYHY 4 x 120 mm², Untuk beban industri berat / jalur distribusi utama.   Kapasitas arus     : 235 A (Ampere)    Stok panjang        : Meteran. NYYHY 4 x 120 mm²   Cara Menghitung Panjang Kabel yang Dibutuhkan  Sebelum membeli kabel NYYHY, penting untuk menghitung panjang kabel sesuai kebutuhan instalasi agar tidak kelebihan atau kekurangan. Langkah-langkah perhitungan: Tentukan jalur instalasi listrik → ukur panjang jalur dari panel listrik hingga ke titik beban (stop kontak, lampu, mesin, dll). Perhitungan jumlah jalur dan titik → misalnya, 3 stop kontak dengan jalur berbeda → hitung total panjang masing-masing jalur. Tambahlan cadangan panjang kabel → disarankan menambahkan ±10-15% dari total panjang sebagai cadangan untuk sambungan, belokan, atau kesalahan pemasangan. Contoh perhitungan: Jarak Panel ke lampu 12 m, panel ke stop kontak 8 m, panel ke pompa air 20 m. Total panjang = 12 + 8 + 20 = 40 m. Tambahkan 10% cadangan → 40 m + 4 m = 44 m. Maka pembelian kabel bisa dilakukan per roll 50 m (lebih efisien daripada beli meteran 44 m).   Warna Kabel NYHY Warna Kabel NYYHY mengacu pada standar SNI/IEC untuk mempermudah instalasi, identifikasi jalur, dan keselamatan listrik. Warna Hitam → umumnya digunakan untuk fase (L). Warna Biru → digunakan untuk netral (N). Warna Kuning-hijau (strip) → jika kabel memiliki 3 inti atau lebih maka digunakan untuk grounding (PE). Warna Cokelat → digunakan sebagai fase tambahan (Pada kanel inti atau 4 inti dalam sistem 3 fase). Contoh: NYYHY 2 inti ( 2 x 1,5 mm²) → Warna Hitam (fase), Warna Biru (netral). NYYHY 3 inti (3 x 1,5 mm² atau 3 x 2,5 mm²) → Warna Hitam (fase), Warna Biru (netral), Warna Kuning-hijau (grounding). NYHYY 4 inti → Warna Hitam (fase R), Warna Biru (fase S atau netral), Warna Cokelat (fase T), Warna Kuning-hijau (grounding).   Kelebihan dan KekuranganKekurangan: Fleksibel, mudah dipasang. Konduktor tembaga murni → konduktivitas tinggi. Isolasi PVC ganda → tahan lembap. Sertifikasi SNI → mutu terjamin. Kekurangan: Tidak cocok untuk instalasi bawah tanah. Kapasitas terbatas (maks ± 3300 W). PVC standar → tidak tahan panas ekstrem di atas 70°C.   Kesimpulan Kabel Supreme NYYHY adalah kabel listrik fleksibel dengan konduktor tembaga serabut yang dilapisi isolasi dan selubung luar PVC ganda, sehingga memiliki tingkat keamanan dan kelenturan tinggi. Kabel inti tersedia dalam berbagai ukuran penampang (0,75 mm² hingga 120 mm²) dan jumlah inti (2, 3, dan 4 core) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan instalasi, mulai dari beban ringan seperti lampu dan kipas, hingga beban besar pada panel distribusi atau mesin industri. Dengan sertifikasi SNI dan standar IEC, kabel Supreme NYYHY terjamin mutunya serta aman digunakan pada instalasi rumah, gedung, maupun industri ringan hingga menengah. Fleksibilitasnya menjadikannya pilihan tepat untuk instalasi yang membutuhkan kelenturan kabel, meskipun tidak direkomendasikan untuk penanaman langsung bawah tanah.   Referensi: Sucaco Indotrading - Kabel Listrik NYYHY Lakuaja.com - Kabel Listrik NYYHY Wijaya Elektrik - Kabel Listrik NYYHY Juragan Material - Kabel Listrik NYYHY  

Baca selengkapnya →
Perbedaan AC1 dengan AC3 Pada Kontaktor

Perbedaan AC1 dengan AC3 Pada Kontaktor

Perbedaan AC1 dengan AC3 Perbedaan AC1 dengan AC3 – Ketika berbicara tentang sistem pendingin udara atau AC, sering kali kita mendengar istilah “1 Phase” dan “3 Phase”. Ini mengacu pada jenis sistem tenaga listrik yang digunakan oleh AC. Berikut ini adalah perbedaan antara AC 1 Phase dan AC 3 Phase: AC 1 Phase: AC 1 Phase menggunakan sistem tenaga listrik tunggal atau single phase. Pada sistem ini, aliran listrik yang digunakan untuk menggerakkan kompresor dan komponen AC lainnya mengalir dalam satu arah atau satu fase. AC 1 Phase biasanya digunakan untuk AC rumah tangga, kantor kecil, atau ruangan yang memerlukan pendinginan dalam skala kecil. Keuntungan dari AC 1 Phase adalah instalasinya yang relatif sederhana, biaya yang lebih rendah, dan cocok untuk kebutuhan rumah tangga atau bisnis kecil dengan beban daya yang tidak terlalu besar. Namun, AC 1 Phase juga memiliki beberapa keterbatasan. Karena menggunakan satu fase, kapasitas pendinginan AC 1 Phase terbatas, dan tidak dapat mengatasi beban daya yang tinggi. Selain itu, AC 1 Phase cenderung lebih boros energi dibandingkan dengan AC 3 Phase. AC 3 Phase: AC 3 Phase menggunakan sistem tenaga listrik tiga fase. Pada sistem ini, aliran listrik terbagi menjadi tiga fase yang berbeda, yang masing-masing berada pada 120 derajat sudut fasa. AC 3 Phase sering digunakan di gedung perkantoran, pabrik, atau ruangan yang memerlukan pendinginan dalam skala besar. Keuntungan utama AC 3 Phase adalah kemampuannya untuk menangani beban daya yang lebih besar. Karena menggunakan tiga fase, AC 3 Phase dapat menghasilkan daya yang lebih stabil dan efisien. Selain itu, AC 3 Phase juga cenderung memiliki umur lebih panjang dan membutuhkan pemeliharaan yang lebih sedikit dibandingkan dengan AC 1 Phase. Namun, instalasi AC 3 Phase lebih kompleks dan membutuhkan peralatan khusus. Biaya instalasi dan perawatannya juga lebih tinggi daripada AC 1 Phase. Oleh karena itu, AC 3 Phase lebih sesuai untuk aplikasi industri dan komersial yang membutuhkan kapasitas pendinginan yang besar. Perbedaan AC1 dengan AC3 – Dalam memilih antara AC 1 Phase dan AC 3 Phase, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan dan kapasitas pendinginan yang dibutuhkan. Untuk rumah tangga atau bisnis kecil, AC 1 Phase mungkin sudah cukup. Namun, jika Anda memiliki gedung perkantoran atau pabrik dengan beban daya yang tinggi, maka AC 3 Phase merupakan pilihan yang lebih tepat. Konsultasikan dengan ahli listrik atau teknisi AC untuk memastikan Anda memilih sistem yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Baca selengkapnya →
Apa itu Pipa Conduit?

Apa itu Pipa Conduit?

Pipa Conduit merupakan komponen penting dari sistem instalasi kabel, baik itu untuk instalasi di dalam maupun di luar ruangan. Meskipun hampir Sebagian besar kabel memiliki lapisan kulit luar yang melindunginya dari pengaruh ejsteranal, mengandalkan kulit luar kabel saja tidak cukup untuk melindungi kabel. Oleh karena itu tidak ada salah jika kita menambahkan kulit luar atau pelindugan lebih untuk mencegah kerusakan pada kabel yang bisa saja ditimbulkan dari berbagai ganguan luar. Dengan memasang pipa conduit, kita dapat memastikan bahwa kabel-kabel yang dipasang akan tetap aman dan berfungsi dengan baik. Apa itu Pipa Conduit ?Pipa conduit adalah jenis pipa yang biasa digunakan dalam instalasi jaringan perkabelan untuk melindungi kabel dari pengaruh eksternal, sehingga kabel terhindar dari kerusakan dan tahan lama. Pipa conduit biasanya terbuat dari berbagai jenis bahan seperti PVC dan logam. Pipa conduit berbahan PVC biasanya yang berjenis high impact dan memiliki kelebihan dapat ditekuk dengan mudah. Selain itu, ada juga pipa conduit yang terbuat dari bahan logam. Namun, untuk jenis yang satu ini tidak sepopuler pipa yang dari PVC. Fungsi Pipa ConduitPipa conduit digunakan untuk melindungi kabel dari kerusakan fisik dan gigitan hewan pengerat seperti tikus. Selain itu, penggunaan pipa conduit juga membantu instalasi kabel menjadi terlihat bersih dan rapi sebab kabel kabel akan terlindungi di dalam pipa dan tidak terlihat secara terbuka. Bagaimana Memilih Pipa Conduit ?Untuk memilih pipa conduit yang baik, kita dapat mempertimbangkan beberapa faktor berikut ini: 1. Jenis Pipa ConduitSeperti yang telah disebutkan sebelumnya, pipa conduit ada yang terbuat dari PVC dan ada juga yang terbuat dari logam. Setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan. Kita dapat memilih jenis pipa sesuai dengan kebutuhan yang kita butuhkan. 2. Diameter Pipa ConduitPilihlah diameter pipa yang tepat untuk menampung kabel yang akan dipasang. Pastika pipa conduit memiliki cukup ruang untuk menampung semua kabel agar tidak terlalu longgar atau terlalu penuh. 3. Ketahanan Pipa ConduitPastikan pipa conduit memiliki ketahanan yang baik terhadap panas, dingin, cuaca, kelembaban, dan serangan dari hewan yang berpotensi merusak kabel di dalamnya. 4. Standar KeselamatanPastikan pipa conduit yang Sahabat Lumba pilih memenuhi standar keselamatan yang relevan untuk penggunaan di dalam maupun luar bangunan. 5. Harga Pipa ConduitPertimbangkan harga pipa conduit yang kita pilih. Pastikan Sahabat Lumba memilih pipa conduit yang berkualitas sesuai dengan anggaran yang dimiliki. Apa Saja Manfaat Pipa Conduit? Pipa conduit memiliki beberapa manfaat yang sangat besar dalam instalasi kabel. Pertama, pipa conduit mampu melindungi kabel dari pengaruh eksternal seperti panas, hujan, angin kencang, maupun terpaan cuaca lainnya. Hal ini sangat penting untuk menjaga selubung kabel agar tidak cepat rusak dan getas sehingga kabel tetap aman dan tahan lama. Selain itu, ketika kabel dipasang di area seperti loteng atau bawah tanah, pipa conduit dapat melindungi kabel dari tikus atau hewan pengerat lainnya. Manfaat lain dari penggunaan pipa conduit adalah membuat kabel lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. hal ini dapat menghemat biaya dalam pemeliharaan kabel, karena kita tidak perlu sering sering mengganti kabel yang rusak. Dengan demikian, penggunaan pipa conduit sangat penting dalam menjaga keamanan dan keandalan instalasi kabel. Sumber:https://id.quora.com/Apa-itu-pipa-conduit-Seberapa-penting-pipa-conduit-dalam-instalasi-kabel  

Baca selengkapnya →
Apa itu Emergency Stop?

Apa itu Emergency Stop?

Emergency Stop atau saklar penghenti darurat, atau juga dikenal sebagai saklar E-stop, saklar penghenti E, saklar darurat, saklar pemutus, atau tombol darurat, skalar tombol berhenti darurat, merupakan saklar kontrol anti-gagal yang memberikan keamanan bagi mesin dan untuk orang yang menggunakan mesin tersebut. Persyaratan berikut ditentukan dalam standar Eropa: EN418 dan standar internasional: ISO13850. Skalar pengenti darurat harus terlihat jelas warna, label, dan bentunya agar mudah di operasikan dalam situasi darurat. Jadi tombolnya harus berbentuk kepala jamur berwarna merah dengan symbol panah, DARURAT atau BERHENTI. Ukuran kepala jamur yang umum adalah 29mm, 30mm, 40mm, atau 60mm. Mekanisme pengoperasian langsung harus diatur pada kontak NC dan memiliki fungsi self-holding. Diperlukan putaran, tarikan, atau kunci untuk melepaskan kontak listrik agar mesin dapat dihidupkan Kembali. Fungsi Emergency StopEmergency Stop adalah mekanisme keselamatan yang digunakan untuk mematikan mesin dalam keadaan darurat, Ketika mesin tidak dapat dimatikan dengan cara biasa. Tujuan dari Emergency Stop adalah untuk menghentikan mesin dengan cepat ketika ada resiko cidera atau alur kerja memerlukan penghentian. Hal ini dimaksud untuk menghindari bahaya atau mengurangi bahaya yang ada terhadap manusia, mesin, atau pekerjaan, sehingga orang juga mengatakan Saklar Tombol Pengaman atau Saklar Pengaman Tombol Tekan. Bagaimana cara kerja Emergency Stop?Emergency Stop adalah kompenen sistem penting yang melindungi keselamatan operator mesin dan mesin dalam berbagai situasi keadan darurat. Emergency Stop atau Tombol Berhenti Darurat dhubungkan secara seri dengan rangkaian kontrol peralatan mesin. Saat menekan kepala jamur tombol berhenti darurat akan memutus sirkuit peralatan mesin dan memutus pasokan listrik. Pelepasan tombol berhenti darurat memerlukan penarikan, putaran, atau penggunaan kunci, di Bawah pengoperasian resmi yang ketat untuk memastikan keselamatan orang dan peralatan untuk menghindari cidera. Perlindungan masukan tombol e-stop yang umum adalah IP54, tetapi tombol berhenti darurat tahan air dapat mencapai IP65 atau IP67. Jenis-jenis Emergency StopEmergency Stop memiliki 3 jenis yang paling umum, menurut aksi aktuator. Pelepasan tarik: Akuator di dorong ke dalam untuk berhenti dan di lepaskan dengan menarik aktuartor ke belakang. Pelepasan putaran: Aktuator di dorong kedalam untuk berhenti dan dilepaskan dengan cara memutar aktuator. Pelepasan kunci: Di dorong ke dalam untuk berhenti dan hanya bisa di lepaskan dengan sebuah kunci.   Emergency Stop Tipe Dorong Tarik   Emergency Stop Tipe Dorong Tarik   Emergency Stop Tipe Pelepasan Kunci Di mana Emergency Stop digunakan ?Emergency Stop dapat di temukan di industry apapun termasuk fasilitas industry, komersial, dan publik. Mereka harus terlihat jelas oleh siapapun yang di harus menggunakannya. Dimungkinkan juga untuk memiliki beberapa Emergency Stop pada satu mesin, tergantung pada bagian mana mesin yang harus dimatikan. Misalnya lift, mesin pengemas, peralatan lift. Mengapa Emergency Stop berbentuk seperti jamur ?Menurut standar IEC dan persyaratan keselamatan industi, tombol Emergency Stop harus aman, andal, dan nyaman bagi operator untuk dioperasikan dengan satu tangan. Kepala jamur adalah pilihan terbaik.  

Baca selengkapnya →
Apa Itu Pilot Lamp?

Apa Itu Pilot Lamp?

Pilot Lamp digunakan pada panel, kegunaan pilot lamp adalah untuk mengetahui apakah ada aliran listrik yang masuk pada panel tersebut, jika terdapat aliran listrik yang masuk maka lampu pada pilot lamp akan menyala. Untuk itu walaupun kecil pilot lamp merupakan suatu komponen yang cukup penting pada struktur panel listrik. Pilot Lamp akan bekerja saat ada tegangan yang masuk (Phase – Netral) ditandai dengan menyalanya lampu pada Pilot Lamp tersebut. Bila kita lihat, banyak jenis lampu dari Pilot Lamp tersebut. Dahulu Pilot Lamp masih dibekali dengan lampu bohlam biasa. Namun sekarang karena kemajuan teknologi saat ini Pilot Lamp juga tersedia dalam bentuk LED. Karena LED mempunyai beberapa keunggulan dari lampu bholam biasa, lebih terang dan juga hemat energi. Pilot Lamp tersedia dengan berbagai macam warna, tentunya warna yang digunakan sebagai tanda berbeda-beda dari Pilot Lamp. Warna yang tersedia adalah sebagai berikut ;. Putih. Merah. Jingga atau Kuning. Hijau. BiruWarna tersebut paling sering digubakan oleh perakit panel (Panel Maker) sebagai indikator pada panel. Fungsi dari masing-masing warna pada Pilot LampPilot Lamp Indikator Phase R, S, T pada panel distribusi ;R Menggunakan lampu indikator Pilot Lamp berwarna merahS Menggunakan lampu indikator Pilot Lamp berwarna jingga/kuningT Menggunakan lampu indicator Pilot Lamp berwarna Kuning Indikator Pilot Lamp pada tombol Kontrol ;. Run / berjalan normal, menggunakan lampuu indikator Pilot Lamp berwarna hijau. Stop / menandakan mesin atau sistem mati , menggunakan lampu indicator Pilot Lamp berwarna merah. Peringatan / tidak bekerja seperti biasanya / akan terjadi masalah, menggunakan indikator Pilot Lamp berwarna kuning Diameter Pilot Lamp. 22mm. 25 mm. 30 mm. 30.5 mm  

Baca selengkapnya →
Gelombang Radio : Pengertian, Jenis, dan Cara Kerja

Gelombang Radio : Pengertian, Jenis, dan Cara Kerja

Gelombang radio adalah salah satu gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi paling kecil atau memiliki panjang gelombang yang paling besar. Dimana gelombang berada pada rentang frekuensi yang luas meliputi beberapa Hz sampai gigahertz (GHz/orde pangkat 9). Pengertian Gelombang Radio Gelombang radio adalah radiasi elektromagnetik yang memiliki frekuensi paling rendah diantara radiasi elektromagnetik lainnya, seperti gelombang mikro atau gelombang infrared. Gelombang radio dalam jaringan nirkabel memiliki frekuensi diantara 30Hz hingga 300ghz. Dengan panjang gelombang mulai dari 1mm hingga 10.000km. Seperti layaknya gelombang elekromagnetik lainnya, radiowaves bergerak dalam kecepatan cahaya dan dapat bergerak dalam ruangan hampa. Oleh sabab itu gelombang ini dapat digunakan sebagai media transmisi menggunakan satelit. Jenis-Jenis Gelombang Radio Terdapat beberapa jenis gelombang radio, diantaranya sebagai berikut: 1. Gelombang Panjang (Long Wave) Gelombang jenis ini memiliki signal yang panjang sehingga dapat menjangkau range area yang sangat luas. Kelemahan dari gelombang ini yaitu memerlukan daya listrik yang sangat besar sehingga mahal dalam operasionalnya, sebab jenis gelombangnya yang panjang dan lebar menyebabkan rentan terhadap gangguan (noise). 2. Gelombang Pendek (Short Wave) Gelombang pendek memerlukan udara sebagai mediator. Jenis gelombang ini adalah SW (short wave). Kelebihan dari gelombang ini yaitu mampu menjangkau wilayah (coverage area) yang luas. Sehingga banyak digunakan oleh pemancar internasional atau antar benua. Kelemahan dari gelombang ini yaitu banyak noise khususnya dari matahari, cuaca, udara, halilintar dsb. Suara manusia dapat didengar dengan baik, namun pengguanaan sound effect dapat kehilangan mutu kulitasnya (kabur). 3. Gelombang Medium (Medium Wave) Gelombang medium memerlukan permukaan bumi sebagai mediator. Umumnya ini dipakai oleh stasiun radio. Jenis yang dipakai oleh gelombang ini yaitu AM (amplitudo modulation) dan FM (frequency modulation). Kelebihan dari gelombang ini yaitu permukaan bumi kurang dipengaruhi cuaca sehingga tidak terjadi noise. Mutu penyiaran lebih bagus dalam kualitas suara dan sound effect. Kelemahan dari gelombang ini yaitu tanah menyerap gelombang lebih cepat daripada udara yang menyebabkan jarak jangkauan siaran lebih sempit sehingga memerlukan booster. Cara Kerja Gelombang Radio Berikut beberapa tahapan cara kerja pada gelombang radio, yaitu: Gelombang merambat di udara bebas dengan kecepatan 300.000 km/detik. Sinyal dipancarkan dengan menggunakan gelombang pembawa. Getaran-getaran suara dalam percakapan telepon, atau getaran yang ditimbulkan oleh pengirim tanda-tanda telegraf atau facsimile diubah menjadi getaran-getaran listrik sepanjang penyalurannya. Panjang gelombang paling panjang yang dipantulkan oleh lapisan udara yang juga berada tinggi di dalam atmosfer bumi yang disebut ionosfer. Dengan menggunakan cara yang telah diterangkan pesan lewat radio bisa untuk dipantulkan sehingga bisa mencapai jarak yang sangat jauh. Sesampainya di tempat tujuan, getaran listrik diubah kembali menjadi getaran informasi yang dapat didengar dan dimengerti oleh si penerima berita, melalui pesawat telepon, pesawat teleks, facsimile atau monitor suatu penerima televisi. Manfaat Gelombang Radio Adapun manfaat gelombang radio diantaranya sebagai berikut: Membawa informasi penting lebih mudah dan navigasi. Menyalurkan transmisi radio Mempermudah kontak dengan kendaraan udara (pesawat) Transmisi data satelit para astronot di ruang angkasa mampu menjangkau dan berbicara dengan orang-orang di bumi. Memantau dan mengontrol inviroments industri tertentu Mampu Meningkatan akurasi. Dengan menggunakan gelombang orang dapat memantau dan mengontrol inviroments industri tertentu.

Baca selengkapnya →
Apa Itu Arus Bocor Pada Listrik?

Apa Itu Arus Bocor Pada Listrik?

Apa Itu Arus Bocor Pada Listrik? Apa Itu Arus Bocor Pada Listrik? – Pembayaran beban rekening listrik sering dinilai kurang masuk akal oleh konsumen karena nilainya berbeda dengan perhitungan pemakaian dan beban terpasang pada rumah konsumen yang bersangkutan. Secara realistis seharusnya perbedaan antara nilai anggapan konsumen dengan nilai yang tercatat oleh petugas pencatat PLN yang kemudian menjadi nilai yang tertagihkan adalah sama antara pemilik dengan pihak PLN. Perbedaan tersebut selain dapat disebabkan karena faktor non-teknis yaitu kesalahan pencatatan beban yang terpakai oleh petugas PLN, juga dapat disebabkan adanya faktor secara teknis yang kurang mendapat perhatian oleh konsumen pengguna listrik itu sendiri. Kondisi ideal suatu instalasi listrik rumah tangga, yaitu jika semua beban tidak tersambung ke sumber listrik (beban tidak beroperasi) maka tidak ada arus yang mengalir melalui penghantar karena kawat fasa dan kawat netral maupun pentanahan dipisahkan oleh isolator serta karena tidak adanya beban listrik yang beroperasi. Jadi jika tidak ada beban beroperasi maka tentunya tidak ada perubahan pada meteran milik konsumen tersebut Kenyataan yang terjadi, dalam isolator tersebut masih terdapat sedikit elektron bebas yang dapat mengalirkan arus. Selain itu energi listrik yang disalurkan ke konsumen biasanya akan menyebabkan adanya arus lain yang juga mengkonsumsi energi tersebut sehingga besar arus yang mengalir menjadi lebih besar dari arus wajarnya karena beberapa hal seperti kapasitansi antar penghantar dan perubahan kekuatan isolasi yang menyebabkan Arus Bocor Mengalir. Arus Bocor dan Faktor Penyebabnya RCCB (Residual Current Circuit Breaker) Apa Itu Arus Bocor Pada Listrik? – Arus listrik adalah aliran elektron dari yang bertegangan lebih tinggi ke tegangan yang lebih rendah dan dapat mengalir jika merupakan suatu rangkaian tertutup. Jadi jika terdapat beda tegangan pada suatu rangkaian listrik yang tertutup maka akan terdapat aliran arus. Beda tegangan itu sendiri adalah beda potensial antara dua titik yang dihubungkan. Arus bocor adalah arus yang mengalir dalam instalasi listrik yang melalui isolasi listrik maupun akibat kapasitans saluran untuk tegangan bolak-balik serta adanya rugi-rugi konduktor. Efek kapasitansi pada penghantar untuk sistem tegangan rendah dapat diabaikan, hal ini diperhitungkan untuk menganalisis sistem dengan tegangan kerja yang cukup tinggi serta saluran atau penghantar yang cukup panjang. Sedangkan kehilangan daya akibat rugi-rugi konduktor pada arus bolak balik (Altenating Current/AC) tergantung pada arus rms dan resistans AC efektif konduktor. Resistans AC lebih besar dibanding resistans DC jarena adanya efek kulit terhadap arus AC sehingga kehilangan daya konduktor pada arus AC lebih besar di banding pada arus DC. Adapun faktor yang mempengaruhi besarnya arus bocor yang terjadi dalam instalasi listrik adalah : Kekuatan Isolasi Isolasi adalah sifat atau bahan yang dapat memisahkan secara elektris dua buah penghantar atau lebih yang berdekatan sehingga tidak terjadi kebocoran arus sehingga menyebabkan lompatan api (flashover). Isolasi juga dipakai untuk memisahkan dua sistem dengan tegangan yang berbeda maupun fase yang berbeda dalam sebuah sistem tenaga listrik. Jadi fungsi utama isolasi adalah sebagai sarana pengaman (Arismunandar, 1994). Sistem tenaga listrik untuk keperluan transmisi sampai pada distribusi dengan tegangan sampai tegangan menengah umumnya menggunakan isolator pasangan luar dengan bahan dasar yang banyak dipakai di Indonesia terbuat dari keramik, gelas dan porselin. Sedangkan bahan isolasi yang banyak dipakai untuk kabel tegangan rendah adalah polyvinilchloride (PVC). PVC tidak bisa digunakan untuk aplikasi tegangan tinggi karena mempunyai sifat dielektrik tinggi dan kehilangan daya yang tinggi pula (Naidu, 1995). Kekuatan isolasi tergantung pada umur isolasi dimana semakin lama sebuah isolasi digunakan maka akan semakin menurun kekuatan isolasinya. Penurunan kualitas bahan isolasi secara kimiawi (deterioration) terhadap karakteristik listriknya umumnya disebabkan karena panas, kelembaban, kerusakan mekanis dan tegangan lebih (Arismunandar, 1994). Kapasitas Saluran Salurannya yang terdiri atas dua kawat atau lebih yang di beri tegangan akan bersifat seperti kapasitor. Sifat kapasitif antara dua penghantar tersebut akan mengalirkan arus jika di beri tegangan bolak-balik. Instalasi listrik rumah tangga menggunakan tegangan bolak-balik sehingga kapasitansi saluran akan menyebabkan adanya arus bocor. Arus bocor yang disebabkan kapasitansi saluran dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (Smith, 1990) : Dari persamaan di atas terlihat bahwa arus tersebut berbanding lurus dengan nilai kapasitansi saluran dan besarnya perubahan tegangan terhadap waktu. Kerugian Konsumen Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya bahwa arus bocor pada instalasi listrik rumah tangga sudah tentu dapat merugikan konsumen. Besarnya kerugian per-bulan dapat dihitung sebagai berikut : Biaya / bulan = (biaya/jam) x 24 jam x 30 hari Biaya / jam = kWh x tarif Wh = V x I x 1 jam dengan : Wh : Watt-hour kWh : kilo-Watt-hour (=1000 Wh) V : tegangan (Volt) I : arus (Ampere) Dari segi keamanan arus bocor dengan level yang tinggi dapat membahayakan konsumen itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan standarisasi untuk menghindari bahaya arus bocor tersebut. Menurut PUIL 2000, beda potensial antara titik pentanahan dengan tanah tidak boleh lebih besar dari 50 Volt pada kondisi tahanan pentanahan tidak lebih besar dari 5 Ohm. Tetapi beda potensial yang timbul sangat tergantung kepada kondisi tanah tempat pentanahan dilakukan karena kondisi tanah berpengaruh kepada besarnya tahanan tanah dari sistem pentanahan yang dilakukan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian di lokasi pengujian, ditemukan bahwa penyebab utama dari besarnya arus bocor yang mengalir pada konduktor pentanahan disebabkan karena umur instalasi yang sudah tua sehingga kekuatan dieleketrik kabel menjadi berkurang sehingga jika kabel bersentuhan dengan bagian sistem maka akan mengalir arus ke tanah yang kemudian disebut sebagai arus bocor. Selain itu arus bocor umumnya disebabkan karena penggunaan beban-beban listrik seperti personal computer (PC) dan kulkas. Gejala arus bocor yang dapat dirasakan langsung yaitu jika pentanahan kurang baik maka ketika secara tidak sengaja tangan menyentuh body peralatan seperti PC maka akan terasa ada yang menyengat pada kulit. Tetapi jika pentanahannya cukup baik maka tidak akan terasa sengatan listrik pada tangan, karena seluruh arus bocor yang mengalir disekitar peralatan PC tersebut akan dialirkan ke tanah. Yang kemudian dapat diukur besarnya arus bocor tersebut pada sisi konduktor pentanahan yang terpasang pada kWh-meter. Kebocoran arus sebisa mungkin harus di deteksi lebih dini, agar segala dampak yang ditimbulkan kebocoran arus segera di atasi. Salah satu alat mengatasi  kebocoran arus yaitu RCCB (Residual Current Circuit Breaker), alat ini mampu mendeteksi kebocoran arus. Dan akan langsung memutuskan Arus listrik apabila terjadi arus Bocor.

Baca selengkapnya →
Perbedaan Timer On Delay dan Off Delay

Perbedaan Timer On Delay dan Off Delay

Perbedaan Timer On Delay dan Off Delay – TDR atau Timer Delay Relay adalah salah satu komponen listrik yang berfungsi sebagai saklar / kontak yang operasinya dijeda berdasarkan waktu yang disetting. Berdasarkan fungsinya TDR dikelompokan menjadi 2 jenis yaitu TDR On Delay dan TDR Off Delay. Kesalahan persepsi yang banyak terjadi adalah mendefinisikan prinsip kerja dari TDR On delay dan TDR Off delay. TDR On Delay banyak yang mengartikan sebagai kontak timer yang berfungsi On dengan hitungan waktu yang disetting (proses ON kontak menggunakan Delay waktu), sedangkan TDR Off  Delay banyak yang mengartikan sebagai kontak timer yang berfungsi Off dengan hitungan waktu yang disetting (proses OFF kontak menggunakan Delay waktu). Hal ini adalah sebuah kekeliruan yang harus segera diluruskan.   Pada artikel ini saya akan mencoba memaparkan prinsip kerja dari TDR On Delay dan Off delay beserta perbandingan rangkaian yang dibuat sehingga jelas perbedaan antara TDR On Delay dan Off Delay dan bisa dipahami untuk aplikasi rangkaian kontrol lebih lanjut. Istilah TDR selanjutnya saya singkat penyebutannya dengan istilah “timer”   Perbedaan Timer On Delay dan Off Delay   A. Timer Relay On Delay   Perbedaan Timer On Delay dan Off Delay – Timer On Delay adalah relay yang operasi kontaknya dikendalikan oleh setting waktu dan setting waktu tersebut akan mulai menghitung selama coil relay mendapatkan tegangan terus menerus.   Timer On Delay   simbol wiring On Delay   Berikut ini adalah gambar diagram kontrol dan timing diagram dari Timer On Delay sehingga bisa ditarik kesimpulan bagaimana prinsip kerja timer tersebut dengan penjelasan dalam bentuk timing diagram.     Pada diagram diatas, timer disetting 5 detik atau 5s dan  kontak on delay yang saya pakai adalah kontak NO (normally open) dimana dalam keadaan timer on delay tidak operasi, kontak dari on delay tersebut bersipat open / terbuka. Arsiran pada baris “timer” pada timing diagram diartikan timer tersebut mulai aktif melakukan hitungan sesuai setingnya.   Action yang dilakukan pada diagram kontrol gambar (a) akan saya terjemahkan pada timing diagram gambar (b). Kondisi pertama adalah push button (pb) ditekan selama 1s atau 1 detik, maka Timer On Delay langsung energize dan menghitung waktu dari 5s menuju 0s. Karena energize timer hanya berlangsung 1s maka hitungan Timer On Delay yang terjadi hanya 1s saja sehingga pada kondisi ini lampu masih belum operasi karena kontak Timer masih open belum berubah kondisi.Kondisi kedua adalah push button ditekan selama 8s atau 8 detik, maka Timer On Delay langsung energize dan mulai menghitung waktu sesuai setingannya yaitu dari 5s menuju 0s. Saat 0s tercapai maka kontak dari Timer tersebut akan berubah kondisi menjadi close dan menyalakan lampu. Lampu akan mati kembali setelah 3s saat push button release / open / dilepas karena kontak dari Timer On Delay kembali open sehingga aliran arus menuju lampu terputus. Kesimpulannya bahwa Timer On Delay akan bekerja dan menghitung waktu sesuai setingannya selama Timer tersebut energize. Dari pernyataan ini maka rangkaian kontrol timer seperti gambar diatas untuk sebuah Timer On Delay tidaklah cocok.   Perbedaan Timer On Delay – Rangkaian dari Timer On Delay yang benar ketika dipasangkan dengan komponen push button adalah seperti rangkaian pada instalasi dasar kontaktor yaitu rangkaian self holding, baca artikelnya pada blog ini di “SELF HOLDING, instalasi dasar kontaktor”, sehingga tak heran dalam realisasi rangkaian kontrolnya anda akan banyak menemukan instalasi Timer On Delay ini diparalel langsung dengan kontaktor, atau untuk Timer On Delay jenis pneumatic, Timer tersebut akan langsung ditempel pada body atas kontaktor. Jika rangkaian self holding pada sebuah Timer On Delay tersebut tidak mungkin dilakukan, maka komponen yang cocok menggantikan push button adalah saklar / switch, sehingga sekali action pada saklar switch timer akan energize terus menerus dan melaksanakan perannya. Untuk meng Off kan fungsi timer anda tinggal menekan saklar / switch sekali lagi yaitu ke posisi Off.   Timer Relay Off Delay   Perbedaan Timer On Delay dan Off Delay – Timer Off Delay adalah relay yang operasi kontaknya dikendalikan oleh setting waktu dan setting waktu tersebut akan mulai menghitung ketika coil relay mendapatkan tegangan Off setelah On atau tegangan sesaat saja dari On menjadi Off.   Timer Off Delay   simbol wiring Off Delay   Berikut ini adalah gambar diagram kontrol dan timing diagram dari Timer Off Delay sehingga bisa ditarik kesimpulan bagaimana prinsip kerja timer tersebut dengan penjelasan dalam bentuk timing diagram.     Sama halnya seperti pada diagram On delay sebelumnya, pada diagram diatas, timer disetting 5 detik atau 5s dan kontak off delay yang saya pakai adalah kontak NO (normally open) dimana dalam keadaan timer off delay tidak operasi, kontak dari off delay tersebut bersipat open / terbuka. Arsiran pada baris “timer” pada timing diagram diartikan timer tersebut mulai aktif melakukan hitungan sesuai setingnya. Action yang dilakukan pada diagram kontrol gambar (a) akan saya terjemahkan pada timing diagram gambar (b) sama seperti halnya penjelasan pada Timer On Delay sebelumnya. Kondisi pertama adalah push button (pb) ditekan selama 1s atau 1 detik, maka Timer OffDelay langsung energize dan kontak Timer Off Delay tersebut langsung berubah kondisi dari NO menjadi close sehingga lampu pun menyala. Pada kondisi ini Timer Off Delay  tidak memulai menghitung waktu dari 5s menuju 0s, hanya energize dan merubah kondisi kontaknya saja tetapi fungsi timer untuk menghitung waktu tidak aktif. Ketika push button dilepas setelah 1s maka hitungan Timer Off Delay tersebut mulai aktif atau bekerja meskipun Timer Off Delay tersebut tidak terenergize. Ketika hitungan Timer Off Delay tercapai dari 5s menuju 0s maka kontak Timer Off Delay yang sudah berubah kondisi sejak awal dari NO menjadi Close akan berubah kembali ke posisi normalnya yaitu kembali open atau membuka sehingga lampu pun mati. Akumulasi lampu menyala pada kondisi pertama ini adalah total 6s atau 6 detik.Kondisi keduaadalah push button ditekan selama 2s atau 2 detik, maka kembali lagi ke prinsip kerja Timer Off Delay seperti pada kondisi pertama yaitu Timer Off Delay langsung energize dan kontak Timer Off Delay tersebut langsung berubah kondisi dari NO menjadi close sehingga lampu pun menyala. Pada kondisi ini Timer Off Delay  tidak memulai menghitung waktu dari 5s menuju 0s, hanya energize dan merubah kondisi kontaknya saja tetapi fungsi timer untuk menghitung waktu tidak aktif. Ketika push button dilepas setelah 2s maka hitungan Timer Off Delay tersebut mulai aktif atau bekerja meskipun Timer Off Delay tersebut tidak terenergize. Ketika hitungan Timer Off Delay tercapai dari 5s menuju 0s maka kontak Timer Off Delay yang sudah berubah kondisi sejak awal dari NO menjadi Close akan berubah kembali ke posisinormalnya yaitu kembali open atau membuka sehingga lampu pun mati. Akumulasi lampu menyala pada kondisi kedua ini adalah total 7s atau 7 detik, selisih 1 detik dari kondisi pertama disebabkan meneklan push button lebih lama 1 detik dari kondisi pertama.

Baca selengkapnya →
Fungsi KWH Meter dan Prinsip Kerjanya

Fungsi KWH Meter dan Prinsip Kerjanya

Fungsi KWH Meter dan Prinsip Kerjanya Fungsi KWH Meter – KWH Meter adalah alat yang digunakan untuk menghitung daya listrik pengguna setiap bulan dan akan menentukan besar pembayaran listrik setiap bulannya. Alat ini akan dengan mudah di temui di setiap rumah. Listrik merupakan kebutuhan penting bagi setiap orang. Dengan adanya hal ini akan membantu pekerjaan sehari-hari. Bisa dibayangkan jika saat ini belum ada listrik, maka tidak akan ada penggunaan teknologi canggih seperti saat ini. Jika Anda perhatikan di setiap rumah akan memiliki alat yang disebut sebagai KWH meter. KWH meter menggunakan sistem medan magnet yang terinduksi dan mampu menggerakkan aluminium dengan bentuk piringan. Dengan menggunakan sistem induksi medan magnet tersebut untuk menggerakkan piringan aluminium, akan menandakan pemakaian energi listrik. Pergerakan cepat atau lambat dari piringan tersebut maka sekian pula penggunaan listrik dalam periode tertentu. Besar energi listrik yang digunakan dicatat oleh alat ini. KWH meter juga akan menentukan seberapa banyak pembayaran untuk pemakaian daya listrik PLN yang digunakan setiap bulannya. Fungsi KWH Meter yang Perlu Diketahui Fungsi KWH Meter – Alat satu ini merupakan kependekan dari kilowatt-hour yang memiliki fungsi dalam melakukan perhitungan pemakaian energi pada instalasi listrik dari PLN. Hingga saat ini, sudah terdapat dua jenis alat ini yakni jenis pasca bayar atau disebut analog dan jenis pulsa atau digital. Kedua jenis tersebut memiliki fungsi yang sama yakni mencatat pemakaian listrik setiap bulannya. Tidak akan berpengaruh terhadap besarnya daya yang dapat ditampung pada penggunaanya. Hanya saja sistem yang digunakannya sedikit berbeda. KWH meter terdiri atas tiga buah kumparan. Ketiganya dibagi menjadi dua jenis yakni satu kumparan tegangan yang bentuknya koil dengan diameter tipis. Sedangkan, dua kumparan lainnya memiliki bentuk coil dengan diameter tebal. Selain memiliki 3 kumparan, alat ini juga dilengkapi dengan magnet permanen di bagian dalamnya. Fungsi dari magnet permanen ini adalah untuk menetralkan aluminum dari induksi medan magnet. Adanya pungutan biaya setiap bulannya yang dibebankan kepada pelanggan PLN bertujuan untuk ketersediaan biaya dalam pekerjaan pegawai PLN. Dalam hal ini untuk mengalirkan listrik, maintenance alat dan untuk membangun infrastruktur pada gardu listrik setiap tempat.   Jenis dari KWH Meter KWH meter pada awalnya hanya terdiri dari satu jenis saja yakni konvensional atau analog. Namun, belakangan telah berkembang bentuk lainnya yakni digital. 1. Analog Jenis KWH Meter analog ini memiliki beberapa komponen penting yang menyusunnya. Di antaranya alat setel, piringan, magnet permanen, terminal, kumparan tegangan dan berbagai komponen elektronika yang berukuran cukup kecil. Elemen utama pada penggeraknya terdiri dari dua jenis kumparan yakni kumparan arus dan tegangan. Pada saat arus menuju ke kumparan dan melewatinya, maka dalam prosesnya akan menghasilkan fluks magnet. Elemen yang bergerak atau berputar terdiri dari sebuah piringan yang terbuat dari bahan penghantar panas dilengkapi dengan lubang kecil berlekuk. Piringan akan mengalami perputaran di antara poros dan bantalan dan gigi roda di dalam alat tersebut. 2. Digital Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan meteran digital mulai banyak digunakan. Bahkan, sebagian orang beralih menggunakan sistem ini. salah-satu alasannya adalah karena sistemnya yang lebih modern dan lebih pintar dari jenis analog. Jenis ini sering juga disebut meteran pulsa. Pada alat ini akan terdapat label info mengenai besaran daya listrik yang telah digunakan. Komponennya terdiri dari indikator LED, segel metrology, indicator kontraktor, LCD untuk isi token dan keypad untuk masukkan nomor. Bagi Anda yang menggunakan sistem ini, harus membeli pulsa token listrik sebelum digunakan. Jika pulsa dalam tabungan telah habis, maka secara otomatis rumah akan berhenti dialiri listrik. Hal yang membedakan dari kedua jenis ini adalah cara pembayarannya. Jenis analog menggunakan sistem pembayaran pascabayar. Sedangkan, dalam bentuk digital menggunakan sistem prabayar. Sedangkan untuk sistem input daya tidak ada perbedaan. Prinsip Kerja KWH Meter Analog Prinsip kerja KWH meter menghasilkan arus fluks bolak balik Φc dari arus beban. Kemudian arus tersebut melewati piringan aluminium dan terinduksi dan timbul tegangan dan eddy current. Kumparan lainnya Bp akan menghasilkan fluks bolak balik Φp yang melintas di arus If. Dengan ini piringan akan menerima resultan dan gaya dari torsi yang menyebabkan piringan akan melakukan putaran. Fluks Φp serta arus IF adalah torsi putaran sebanding dan harga cosinus di antara sudutnya dan seterusnya. Semakin besar daya aktif semakin cepat piringan tersebut mengalami perputaran dan sebaliknya. Dari proses tersebut dapat dilakukan perhitungan besar tagihan listrik yang perlu dibayarkan setiap bulannya. Besaran listrik yang dipakai setiap bulannya akan di kali dengan tarif dasar listrik atau TDL. Kemudian setelah dikalikan antara keduanya, maka akan ditambahkan dengan biaya lainnya yakni biaya pajak dan biaya abonemen. Meski pemakaian daya dari PLN dicatat, namun pihak PLN tidak bisa leluasa dalam mengendalikan alat yang ada di rumah Anda ini. Alat ini hanya akan mencatat pemakaian yang Anda gunakan setiap bulannya. Prinsip Kerja KWH Meter Digital Prinsip kerja KWH Meter digital menggunakan sistem yang telah diprogram sebelumnya dan berjalan secara otomatis. Program ini terdapat di bagian mikroprosesor lain dengan prinsip analog yang menggunakan prinsip kumparan induksi. Penggunaan meteran jenis ini sama dengan sistem analog yakni akan menerima input sinyal tegangan. Perbedaan sistem analog hanya akan meng input secara analog saja. Sedangkan, sistem digital input analog akan terkonversi menjadi sinyal digital berlangsung secara berkala. Pada prinsip kerjanya, pelanggan harus membeli pulsa atau token listrik untuk memastikan daya listrik tetap dialiri ke dalam rumahnya. Ini berguna sebagai tabungan daya listrik. Jika sewaktu-waktu token tersebut akan habis akan didapati bunyi peringatan. Pada saat tabungan atau token listrik habis dan tidak diisi kembali, maka pemutusan aliran secara otomatis dapat terjadi. Lain halnya dengan penggunaan analog yang pemutusannya tidak langsung terjadi. Alat ini juga disebut sebagai meteran pintar. Dengan menggunakan ini, Anda bisa dengan leluasa menentukan seberapa banyak token listrik yang akan digunakan karena menggunakan sistem prabayar. Ini tidak berlaku pada analog karena pembayaran akan dilakukan setiap bulannya. Ini adalah perbedaan paling mencolok yakni sistem pembayaran yang digunakan. Dengan sistem digital ini Anda harus menginput sendiri kode token melalui keypad tersedia dalam alat tersebut dan akan terisi secara otomatis nantinya. Lain halnya dengan penggunaan analog, Anda tidak akan menemukan hal tersebut karena diatur oleh pihak PLN. Namun, dalam hal ini alat tersebut sebagai pencatatan penggunaan daya, tidak ada pihak yang bisa mengubah atau mengendalikan lajunya, meskipun itu dari pihak PLN.

Baca selengkapnya →
Mengenal Standar Warna Kabel Listrik di Indonesia

Mengenal Standar Warna Kabel Listrik di Indonesia

Mengenal Arti Warna Kabel Listrik di Indonesia Tahukah Anda, jaringan kabel yang biasanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan Listrik di setiap rumah dirancang menggunakan standar warna yang berbeda. Nah, warna – warna tersebut berfungsi untuk menunjukkan tugas dan tujuan dari masing – masing kabel. Karenanya, kita perlu memahami arti dari standar warna pada kabel membantu Anda untuk tetap aman saat memasang, memperbaiki, atau mengganti kabel pada system instalasi kelistrikan dirumah Anda. Standar arti warna kabel Listrik biasanya diklasifikasikan berdasarkan standar nasional yang berlaku disetiap wilayah. Jadi perlu diingat bahwa standar warna kabel pada setiap negara bisa berbeda – beda. Di Indonesia sendiri, warna kabel mengacu pada standar PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) yang diadopsi IEC (International Electrotechnical). Guna menambah wawasan Anda mengenai system kelistrikan, berikut ini merupakan standarisasi kode warna kabel Listrik yang berlaku di Indonesia. Arti Wanra Kabel Listrik dan Fungsinya Kabel Warna Hitam Kabel listrik dengan insulasi berwarna hitam digunakan untuk kabel L1, dan biasanya diaplikasikan pada sebagiaan besar sirkuit rumah tangga. Dulunya kabel L1 menggunakan standar warna merah, namun kemudian diganti menjadi hitam setelah standarisasi PUIL diperbarui. Kabel berwarna hitam adalah kabel phase bermuatan positif yang berfungsi untuk membawa daya dari gardu listrik ke dalam rumah, oleh karena itu jangan pernah menggunakan kabel warna hitam sebagai kabel netral atau kabel grounding.   Kabel Warna Cokelat Sebelumnya menggunakan standar warna kuning, namun setalah diperbarui kabel L2 menggunakan standar warna cokelat. Dulunya, kabel L2 berfungsi sebagai pemasok daya dengan kebutuhan yang lebih besar seperti instalasi listrik komersil dan industry. Namun saat ini, kabel berwarna cokelat biasanya hanya diaplikasikan untuk pengoperasian mesin saja.   Kabel Warna Abu – abu Standar warna abu – abu digunakan untuk kabel L3 yang bermuatan positif. Sebelum diganti, standarisasi PUIL memakai standar warna hitam untuk kabel jenis ini. Kabel L3 sendiri merupakan versi pembaruan dari kabel L2, dan berfungsi untuk memasok daya listrik yang lebih besar untuk kebutuhan komersil serta industry modern.   Baca Juga Penyebab Terjadi Korsleting Listrik pada Instalasi Listrik   Kabel Warna Biru Kode warna biru ditunjukan untuk penggunaan kabel netral yang bermuatan negative atau mendekati nol. Fungsi kabel netral adalah sebagai acuan yang membawa arus listrik pada sirkuit kembali ke sumber daya asli Ketika adanya aliran arus yang salah atau berlebih. Meski tidak selalu dialiri listrik, namun pastikan Anda selalu berhati – hati Ketika menyentuh kabel ini.   Kabel Warna Hijau-Kuning Kabel dengan standar warna hijau-kuning digunakan untuk jenis kabel grounding atau kabel arde. Kabel ini berperan sebagai bentuk pengaman terhadap arus listrik yang tidak stabil atau arus kabel bocor dengan mengirimkannya ke bumi. Oleh karena itu, kabel berwarna hijau-kuning berfungsi sebagai penyedia jalur untuk mengirimkan arus listrik berlebih ke tempat yang aman guna mencegah ancaman bahaya yang disebabkan oleh listrik. Standar warna kabel listrik bukanlah peraturan yang dapat diabaikan begitu saja. Bagaimanapun, kabel bertugas untuk mengalirkan daya listrik, dan memiliki potensi bahaya yang mungkin mengancam jiwa apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karenanya, belajar memahami arti warna kabel dapat membantu Anda untuk menghindari bahaya sengatan listrik akibat menyambungkan kabel yang tidak sesuai. Sumber https://www.wilsoncables.com/id/news/mengenal-standar-warna-kabel-listrik-di-indonesia    

Baca selengkapnya →
Cara Kerja Kontaktor dan Jenis-Jenisnya

Cara Kerja Kontaktor dan Jenis-Jenisnya

Cara Kerja Kontaktor dan Jenisnya Cara Kerja Kontaktor dan Jenisnya – Kontaktor atau disebut juga relay kontak adalah perangkat listrik yang berfungsi sebagai penyambung dan pemutus arus listrik bolak-balik. Biasanya kontaktor digunakan pada sistem listrik 3 fasa dan untuk menjalankan motor listrik. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut penjelasan dari kontaktor. Prinsip Kerja Kontaktor Dikutip dari buku Motor Listrik (2017) oleh Faikul Umam, prinsip kerja dari kontraktor sama seperti relay. Dalam kontaktor terdapat beberapa saklar yang dikendalikan secara elektromagnetik. Terdapat beberapa saklar dengan jenis NO (Normaly Open) dan NC (Normaly Close) dan sebuah kumparan. Fungsi Kontaktor Berikut beberapa fungsi kontaktor antara lain. Kontrol komponen secara otomatis Kontrol pencahayaan (penghubung dan pemutus arus ke komponen pencahayaan) Sebagai sakelar transfer dan interlock (transfer switch) Untuk menghubungkan dan memutus daya listrik ke motor Kontaktor akan berfungsi jika dialiri listrik pada kumparan tembaganya (coil). Ketika coil elektromagnetik kontaktor diberikan sumber tegangan listrik AC maka saklar kontaktor akan terhubung atau berubah kondisinya yang semula OFF menjadi ON dan sebaliknya yang awalnya ON menjadi OFF. Fungsi Kontaktor Berikut beberapa fungsi kontaktor antara lain. Kontrol komponen secara otomatis Kontrol pencahayaan (penghubung dan pemutus arus ke komponen pencahayaan) Sebagai sakelar transfer dan interlock (transfer switch) Untuk menghubungkan dan memutus daya listrik ke motor Bagian-bagian Kontaktor Dilansir dari buku Dasar Instalasi Tenaga Listrik (2020) oleh Lauhil Mahfudz Hayusman, secara umum bagian kontaktor terbagi menjadi tiga macam, yaitu koil, kontak utama, dan kontak bantu. Berikut penjelasannya: Koil Koil A1 dan A2 pada kontaktor digunakan untuk menggerakan atau mengubah kndisi kontak semula NO menjadi NC atau sebagliknya yang dihubungkan dengan sumber 220 Volt yang dikendalikan melalui push button start atau stop. Kontak utama Kontak utama NO pada sisi atas digunakan sebagai input dari sumber 3 fasa dengan kode Sedangkan pada bagian bawah digunakan sebagai output atau input menuju ke beban (load) dengan kode . Kontak bantu Kontak bantu pada kontaktor memiliki dua kondisi yaitu kontak bantu normally open (NO) dengan kode 13 dan 14 yang berfungsi sebagai kontak pengunci yang bertujuan untuk mengunci kontaktor agar terus bekerja walau perintah bekerja (push button start) sudah dilepas. Kontak bantu normally close (NC) dengan kode 21 dan 22 dapat dihubungkan ke lampu indikator (pilot lamp) sebagai penanda sistem sudah daiktifkan (MCB ON) namun belum dijalankan (Push Button Start). Jenis-jenis Kontaktor Kontaktor 1 Phase, kontaktor yang digunakan untuk mengontrol arus listrik bolak-balik 1 phase dan memiliki minimal 2 saklar utama Kontaktor 3 Phase, kontaktor yang digunakan untuk mengontrol arus bolak-balik 3 phase dan memiliki minimal 3 saklar utama

Baca selengkapnya →
Perbedaan Kontak NO dan NC Pada Relay Switch

Perbedaan Kontak NO dan NC Pada Relay Switch

Kontak NO dan NC Relay – Relay adalah saklar yang dioperasikan oleh sinyal elektrik. Sebuah relay terdiri dari satu set terminal input untuk mengontrol beberapa set terminal kontak switch (saklar). Switch dapat memiliki beberapa fungsi seperti kontak, pemutus kontak, dan kombinasi keduanya. Relay sering digunakan untuk mengontrol rangkaian tegangan tinggi menggunakan sinyal tegangan rendah. Desain sebuah relay cukup sederhana yaitu: Yoke Coil Armature Spring Contact (Kontak) Yoke digunakan untuk melindungi seluruh komponen relay. Yoke dibuat dari besi dengan reluktansi rendah untuk fluksi magnetik. Armature dibuat dari besi dan mampu untuk bergerak. Armature terpasang pada yoke dan terhubung ke kontak bergerak (moving contact). Armature juga terhubung pada spring yang membuatnya dapat kembali ke posisi semula ketika coil tidak diberi tegangan dan menyebabkan adanya celah udara antara rangkaian magnetik. Coil adalah bagian yang mengontrol pensaklaran kontak. Terbuat dari inti besi yang dililit kabel konduktor, seperti sebuah solenoid. Ketika coil diberi tegangan bersamaan dengan inti besi menghasilkan fluksi magnetik untuk menggerakkan armature. Ketika tegangan listrik diberikan ke coil, hal ini membuat coil menghasilkan fluksi magnetik dan menggerakkan armature. Pergerakan armature ini mengubah kondisi kontak dari NO (Normally Open) ke NC (Normally Closed) atau sebaliknya. Apa itu Kontak NO? Kontak NO dan NC Relay – Seperti namanya, sebuah kontak NO (Normally Open) atau “kontak a” adalah kontak yang memiliki posisi awal open-circuit. Kontak akan tetap dalam posisi open-circuit ketika syarat perubahan tidak terpenuhi. Kita perlu menekan aktuator untuk mengubah kontak menjadi closed-circuit. Ketika kontak dalam closed-circuit maka arus akan mulai mengalir. Di sisi lain, saklar elektrik memerlukan pemicu untuk mengubah posisi. Sama seperti relay, kita perlu mengaktifkan coil untuk mengubah kontak NO menjadi NC. Sebuah push button dapat dianggap kontak NO ketika tidak ditekan dan kontak NC ketika ditekan. Apa itu Kontak NC? Sebuah kontak NC (Normally Closed) atau “kontak b” adalah kebalikan dari kontak NO. Sebuah kontak NC memiliki posisi awal open-circuit. Kontak akan tetap dalam posisi open-circuit sampai aktuator tertekan atau ketika syarat perubahan terpenuhi. Pada posisi awal, arus sudah mengalir. Ketika ditekan, maka kontak menjadi open-circuit dan arus berhenti mengalir. Sama seperti relay, kita perlu mengaktifkan coil untuk mengubah kontak NC menjadi kontak NO. Bagaimana Relay Bekerja Prinsip kerja relay adalah rangkaian elektromagnetik untuk menghasilkan gaya magnetik untuk membuka dan menutup saklar elektrik di dalamnya. Perbedaan antara relay dan kontaktor adalah kontaktor memiliki rating arus maksimum lebih tinggi. Perbedaan antara kontak NO dan NC: Kontak NO (Normally Open) = kontak tetap dalam posisi open hingga kondisi terpenuhi. Kontak NC (Normally Closed) = kontak tetap dalam posisi closed hingga kondisi terpenuhi. Setelah arus listrik tidak lagi diberikan ke coil, maka fluksi magnet akan hilang dan spring akan menarik armature kembali ke posisi semula. Jadi posisi kontak kembali ke posisi sebelum arus listrik diberikan. Relay sederhana di atas bekerja dalam dua operasi dasar: Normally Closed (NC) dimana posisi awalnya adalah closed-circuit dan akan berubah ketika coil aktif. Normally Open (NO) dimana posisi awalnya adalah open-circuit dan akan berubah ketika coil aktif. Penjelasan dari struktur di atas dapat dibaca di bawah: Inti besi (iron core) yang dililit kabel coil menghasilkan medan magnet untuk menarik atau melepas armature. Coil adalah bagian dimana kita memberikan tegangan rendah untuk menghasilkan medan magnet pada inti besi. Armature terhubung ke spring dan kontak saklar (switch contact). Bagian ini membuat relay berubah dari NO ke NC atau sebaliknya. Kontak saklar (switch contact) terhubung ke rangkaian tegangan tinggi dan posisinya antara NO atau NC tergantung bagaimana kita mengoperasikannya. Baca juga : komponen motor dc Pole dan Throw Seperti yang tertulis sebelumnya, relay pada dasarnya adalah saklar sehingga memiliki terminologi yang mirip dengan saklar. Koneksi dari tipe saklar ini adalah kontak NO (Normally Open) dan NC (Normally Closed). Sebelum mempelajari kombinasi pole dan throw, kita perlu belajar apa itu pole dan throw terlebih dahulu. Kita dapat asumsikan bahwa: Pole adalah bagian yang bergerak. Bagian bergerak berarti pole terhubung ke armature yang bergerak sesuai kondisi coil. Throw adalah bagian diam. Bagian diam berarti throw terhubung ke sisa rangkaian pada sisi beban. Jika pole terhubung ke throw maka saklar dalam kontak NC. Sebaliknya, kontak NO. Kita akan hampir selalu bertemu dengan NO dan NC ketika berhadapan dengan relay dan saklar lain. Akan banyak tipe kontak yang digunakan dalam industri dan di bawah adalah contoh paling umum yang akan kita temui: SPST-NO (Single Pole Single Throw – Normally Open). Tipe ini memiliki satu bentuk kontak, hanya menghubungkan dan memutuskan rangkaian. Termasuk dua terminal untuk kontak, tipe ini memiliki dua terminal untuk coil. Tipe ini memiliki jumlah empat terminal. SPDT (Single Pole Double Throw). Tipe ini memiliki dua bentuk kontak, ketika coil diaktifkan, kontak terputus dari kontak B dan terhubung ke kontak A atau sebaliknya. Termasuk dua terminal untuk coil, tipe ini memiliki tiga terminal untuk kontak. Tipe ini memiliki jumlah lima terminal. DPST (Double Pole Single Throw). Tipe ini memiliki sepasang kontak SPST yang dikontrol satu coil. Termasuk dua terminal untuk coil, tipe ini memiliki empat terminal untuk sepasang kontak SPST. Tipe ini memiliki jumlah enam terminal. DPDT (Double Pole Double Throw). Tipe ini memiliki sepasang kontak SPDT yang dikontrol satu coil. Termasuk dua terminal coil, tope ini memiliki enam terminal untuk sepasang kontak SPDT. Tipe ini memiliki jumlah delapan terminal. Aplikasi Relay Aplikasi untuk sistem kontrol dan rangkaian otomasi membutuhkan logic state (keadaan logika) dan gerbang logika. Gerbang logika diwakilkan oleh kondisi open dan closed pada kontak atau relay. Nantinya kita akan menggunakan istilah NO (Normally Open) dan NC (Normally Closed) ketika membicarakan relay dan kontak saklar ketika coil diaktifkan. Contoh di bawah ini adalah aplikasi relay dalam sistem kelistrikan: Relay digunakan untuk Gerbang Logika/ Operasi Logika/ Fungsi Logika. Relay digunakan untuk Fungsi Time Delay. Relay digunakan untuk mengontrol rangkaian tegangan tinggi menggunakan rangkaian tegangan rendah. Relay digunakan sebagai perangkat isolasi untuk motor dan aplikasi lain dari short circuit atau tegangan terlalu tinggi.

Baca selengkapnya →
Apa itu Kontak Bantu NO dan NC?

Apa itu Kontak Bantu NO dan NC?

Apa itu kontak NO dan NC   Kontak NO dan NC merupakan kontak yang memiliki penghantar yang memiliki 2 titik penghantar. Dimana kedua titik tersebut bekerja secara bergantian sehingga dapat tersabmbung dan juga terputus Ketika syarat untuk perubahannya terpenuhi.   Kontak NO dan NC memiliki prinsip kerja sederhana. Komponen ini juga bisa digunakan untuk berbagai macam perangkat elektronika. Diantaranya seperti digunakan untuk relay, timer, switch, rangkaian gerbang logika, motor listrik dan lain sebagainya.   Perbedaan Kontak NO dan NC Secara Umum, Kontak No dan NC merupakan sebuah komponen elektronika yang prinsip kerjanya dikendalikan oleh sinyal elektrik. Jadi untuk bisa bekerja, kontak ini nantinya akan memanfaatkan gaya magnetic. Dimana gaya magnetic yang terdapat di dalamnya akan membuat kontak bergerak untuk membuka ataupun menutup sesuai kondisi.   Baca juga Kontak NO dan NC Relay   Pengertian Kontak NO kontak NO merupakan singkatan dari Normally Open. Dalam kondisi ini, kontak akan berbeda pada posisi open circuit atau terbuka.   Ketika kontak dalam kondisi terbuka, maka kedua titik kutub pada rangkaian tersebut berada dalam kondisi normal dan tidak terhubung. Jadi pada kontak NO, arus listrik akan berada dalam kondisi yang terputus.   Pengertian Kontak NC Kontak NC adalah singkatan dari Normally Close. Berkebalikan dengan kontak NO, Kontak NC berada dalam kondisi close circuit.   Dimana pada kontak NC, kedua kutubnya berada dalam kondisi tertutup sehingga memungkinkan arus listrik untuk terhubung dan mengalir didalam rangkaian listrik.   Untuk dapat mengubah kontak NC menjadi kontak NO, kita perlu menekan, memutar ataupun menggeser posisi akuator. Dengan begitu kontak dapat beralih dari yang semula NC menjadi NO ataupun sebaliknya.   Simbol Kontak NO dan NC   Dalam dunia elektronika, symbol kontak NO dan NC juga menggunakan lambang tertentu. Untuk kontak NO dan NC pada umumnya dilambangkan dengan symbol sebagai berikut :   Sumber Gambar : kajianPustaka.com Dari gambar diatas dapat disimpulkan bahwa satu gambar adalah kontak yang berada dalam posisi open circuit yaitu kontak terbuka (NO). Sedangkan satunya lagi adalah kontak dengan kondisi tertutup (NC)     Cara Kerja Kontak NO dan NC   Jadi secara singkat, kontak NO dan NC merupakan komponen elektronika yang bekerja secara bergantian. Ketika kontak hubung berada dalam posisi NO (Normally Open), maka posisi kontak adalah terbuka sehingga arus terputus dan tidak mengalir kedalam rangkaian.   Kemudian untuk dapat mengubah kontak No menjadi NC, maka kita hanya perlu merubah posisi akuator. Karena Ketika posisi akuatir berubah, maka posisi kontak yang semula NO akan berubah menjadi NC begitupun sebaliknya.   Kesimpulan Kontak NO dan NC adalah komponen elektronika yang bekerja dengan prinsip saling berkebalikan. Kontak NO adalah kontak terbuka yang tidak memiliki arus listrik, sedangkan kontak NC adalah kontak tertutup yang mengandung arus listrik pada rangkaian.   Untuk berganti peran dari NO ke NC ataupun sebaliknya, kita hanya perlu mengubah posisi akuator. Baik dengan cara menekan, menggeser, atau bahkan memutarnya sehingga kontak yang semulanya dalam kondisi NO akan berubah menjadi NC dan sebaliknya.   Sumber https://thecityfoundry.com/kontak-no-dan-nc/ https://atstekno.com/perbedaan-kontak-no-dan-nc-pada-relay-switch/#:~:text=Perbedaan%20antara%20kontak%20NO%20dan,posisi%20closed%20hingga%20kondisi%20terpenuhi.  

Baca selengkapnya →
Penyebab Korsleting Listrik pada Instalasi Listrik

Penyebab Korsleting Listrik pada Instalasi Listrik

Penyebab Terjadi Korsleting Listrik pada Instalasi Listrik Berbicara soal Listrik, pasti tidak terlepas dari resiko yang harus diwaspadai secara seksama. Ketika arus Listrik yang dialirkan terlalu besar dari yang seharusnya maka ada potensi terjadinya arus pendek atau biasa di sebut juga korsleting. Anda pasti tau apa aitu korseleting Listrik? Secara sederhana korsleting bisa diartikan sebagai arus Listrik yang mengalir dengan tidak normal. Ada banyak hal yang menyebabkan arus Listrik mengalir secara tidak normal atau tidak stabil. Sangat memungkinkan yang bermasalah adalah bagian stop kontaknya, alat elektronik yang menerima Listrik, atau faktor – faktor eksternal lainnya. Anda perlu memahami mengapa korsleting muncul, agar kejadian berbahaya seperti ini tidak terjadi. Berikut ini kita akan membahas lebih jauh tentang korsleting Listrik itu sendiri, sekaligus penyebab dan cara mengatasinya. Pemahaman Anda yang menyeluruh tentang korsleting akan menjadi pengaman Ketika ada kejadian yang tidak terduga pada masa depan. Apa itu Korsleting Listrik? Korsleting Listrik adalah arus Listrik yang mengalir terlalu besar dari kapasitas yang bisa ditanggung oleh suatu kabel atau alat kelistrikan. Korsleting juga lebih dikenal sebagai arus pendek yang bisa terjadi kapan saja Ketika ada masalah kelistrikan. Korsleting dapat terjadi apabila arus Listrik telah menyimpang dari garis kabel yang sudah dipasang oleh teknisi. Jika Anda melihat adanya arus pendek pada suatu alat elektronik maka sudah sangat jelas ada yang bermasalah dan harus segerah diperbaiki. Alat elektronik yang sudah pernah korsleting Listrik sekali mungkin masih bisa digunakan untuk beraktivitas, namun hal ini tidak dianjurkan karena bukan tidak mungkin kalau korsleting Listrik akan terjadi Kembali secara berulang dengan intensitas yang lebih tinggi. Penyebab Korsleting Listrik Arus Listrik yang mengalir pada garis kabel yang tidak tepat memang sangat berbahaya untuk jangka waktu kedepan. Setidaknya ada 7 alasan, mengapa hal ini bisa terjadi. Kabel Instalasi yang Sudah Usang Kabel Listrik merupakan komponen yang krusial, agar arus Listrik dapat terus mengalir dengan baik tanpa menyakiti kulit manusia Ketika tersentu. Keberadaannya yang sangat penting sudah pasti harus terbuat dari kualitas terbaik. Ketika Anda melihat bawa kabel instalasi yang terpasang dirumah sudah mulai usang, maka sudah seharusnya kabel tersebut diganti. Anda tidak boleh membiarkan kabel Listrik yang sudah rusak terus digunakan untuk menahan tegangan Listrik. Apabila terus digunakan, cepat atau lambat akan terjadi arus pendek dan dapat menyetrum siapa saja yang menyentuhnya. Kabel yang Digunakan Tidak Seusai Setiap kabel Listrik dijual dengan berbagai ukuran dan kapasitas menanggung tegangan yang berbeda – beda. Jadi sudah seharusnya Anda memperhitungkan kapasitas arus Listrik yang mengalir setiap kali ingin membeli kabel. Anda perlu yakin bahwa kabel tidak terlalu besar atau bahkan terlalu kecil untuk penggunaan dirumah. Tidak sesuainya pemakaian kabel Listrik dengan tegangan Listrik yang mengalir akan menyebabkan arus pendek dan berakhir terbakar.  Baca juga Tips Membeli Kabel Berkualitas Tinggi  Penggunaan Alat Kelistrikan Tidak Seusai Standar Penggunaan kabel Listrik juga tidak bisa sembarangan, Anda harus secara sadar memperhatikan apakah penggunaan kabel serta alat kelistrikan lainnya yang ada di rumah sudah sesuai standar yang aman dari pemerintahan atau belum. Pasalnya penggunaan alat kelistrikan yang buruk tidak akan bisa mengalirkan tegangan Listrik. Hal ini jelas berbahaya dan dapat menngakibatkan arus pendek yang terus menerus terjadi. Menyambung Banyak Terminal Listrik Penggunaan terminal Listrik bukan lagi hal baru di kalagan Masyarakat. Penggunaannya juga tidak berbahaya. Tetapi yang menjadi masalah adalah kalau Anda menyambung banyak terminal sekaligus. Lokasi stop kontak dengan tempat kerja Anda yang cukup jauh dapat menjadi alas an utama mengapa terminal terus – menerus disambung. Stop Kontak Sudah Kendur Stop kontak yang sudah kendur juga akan sangat berbahaya untuk digunakan. Lebih baik Anda memperbaikinya terlebih dulu agar tidak ada kabel – kabel yang tertarik atau putus. Jangan mencoba memperbaikinya sendiri apabila tidak mengerti cara melakukannya. Panggil teknisi yang sudah ahli dan berpengalaman demi keselamatan nyawa Anda. Terkena Suhu Tinggi Terus - menerus Alat kelistrikan yang terkena suhu tinggi dalam intensitas waktu cukup panjang juga sangat beresiko menimbulkan arus pendek. Tegangan Listrik yang tinggi bertemu dengan sumber panas seperti api, pasti akan memicu terjadinya korsleting Listrik. Baca juga Perbedaan Listrik AC dan DC Stop Kontak Basah Setiap alat yang terhubung dengan Listrik tidak boleh sampai terkena cairan atau basah atau berada dalam ruang lingkup yang lembab. Coba perhatikan dengan seksama setiap stop kontak apakah terbebas dari kebocoran atap ketika hujan. Apabila ada yang terkena kebocoran air hujan, maka sebaiknya Anda tutupi stop kontak agar tetap kering. Cara Mengatasi Apabila Korsleting Listrik Terjadi Meski tidak bisa memprediksi kapan korsleting Listrik akan terjadi, tetapi Anda bisa melakukan berbagai macam pencegahan. Beberapa ini cara mengatasinya: Ganti seluruh alat kelistrikan yang seusai dengan standar SNI. Mengganti alat kelistrikan yang sudah rusak dengan menghubungi teknisi ahli. Segerah cabut semua alat elektronik apa bila Anda menemukan percikan api. Putuskan hubungan aurs Listrik. Menjauhkan alat kelistrikan lainnya dari barang yang mudah terbakar. Megganti kabel Listrik yang sesuai dengan kapasitasnya. Menyerahkan seluruh instalasi Listrik kepada ahlinya, agar tidak ada yang kendur atau bermasalah lagi. Mencabut seluruh alat elektronik yang tidak digunakan untuk menghindari korsleting Listrik dan gangguan lanjutan lainnya. Mencabut semua terminal Listrik yang terlalu banyak disambungkan dan tidak digunakan. Menggunakan RCCB, Residual Current Circuit Breaker (RCCB) adalah ukuran keamanan penting ketika datang untuk melindungi sirkuit listrik. Ini adalah perangkat penginderaan saat ini, yang dapat secara otomatis mengukur dan memutuskan sambungan setiap kali terjadi kesalahan pada sirkuit yang terhubung atau arus yang melebihi sensitivitas terukur. Prinsip Kerja RCCB RCCB Bekerja berdasarkan prinsi hukum Kirchhoff, yang menyatakan bahwa arus masuk harus sama dengan arus keluar dalam suatu rangkaian. RCCB dengan demikiran membandingkan perbedaan nilai saat antara kabel aktif dan kabel netral. Idealnya, arus yang mengalir ke sirkuit dari kabel hidup harus sama dengan yang mengalir melalui kabel netral. Dalam hal ini terjadi kesalahan, arus dari kawat netral berkurang, perbedaan antar keduanya dikenal sebagai arus sisa. Saat melihat Residual Current, RCCB dipicu untuk keluar dari sirkuit. Baca juga Apa itu Arus Bocor Pada Listrik Sumber https://www.hondapowerproducts.co.id/id/berita-informasi/artikel/apa-itu-korsleting-listrik#:~:text=Korsleting%20juga%20lebih%20dikenal%20sebagai,dengan%20intensitas%20yang%20lebih%20tinggi.

Baca selengkapnya →
Kenapa Harus Box Panel Vinsa?

Kenapa Harus Box Panel Vinsa?

Apa Itu Box Panel Listrik Box Panel Listrik adalah sebuah kotak yang berfungsi untuk menampung dan mendistribusikan listrik ke berbagai bagian dalam sebuah gedung atau rumah. Box Panel Listrik ini sangat penting karena merupakan bagian dari sistem listrik yang utama dan seringkali menjadi pusat dari instalasi listrik. Fungsi Box Panel Listrik Box Panel Listrik berfungsi sebagai pusat distribusi listrik yang datang dari jaringan PLN atau sumber listrik lainnya ke berbagai bagian didalam Gedung atau rumah. Di dalam Box Panel Listrik terdapat berbagaimacam komponen, seperti MCB (Miniature Circuit Breakter), RCCB (Residual Current Circuit Breaker), dan lain sebagainya yang berfungsi untuk memutus aliran listrik ketika terjadi gangguan atau arus lebih. Memilih Box Panel Listrik yang Tepat Beberapa Faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih Box Panel Listrik adalah daya listrik yang dibutuhkan, jumlah sirkuit listrik, dan jenis sirkuit yang digunakan. Daya listrik yang dibutuhkan dipengaruhi oleh jumlah peralatan listrik yang dapat digunakan dan kapasitas masing – masing peralatan tersebut. Semakin banyak peralatan yang digunakan, semakin besar daya listrik yang dibutuhkan dan semakin besar pula kapasitas Box Panel Listrik yang dibutuhkan. Agar dapat menjamin keselamatan dan memastikan kinerja sistem listrik yang dapat bekerja dengan baik. Teman – teman sekalian perlu memilih Box Panel Listrik yang tepat untuk kebutuhan rumah maupun Gedung, seperti Box Panel Vinsa   Baca Juga: Apa itu Kontaktor Motor TeSys Deca?   Kenapa Harus Box Panel Vinsa? Karna Box Panel Vinsa memiliki beberapa kelebihan, seperti; Lapisan akhir Powder Coating/Kulit Jeruk. Kunci dan Anak Kunci Tahan Air & Debu. Pintu Engsel yang Dapat Dibolak-balik. Box Panel Tahan Air dengan IP 65 & Tahan Debu. Dilengkapi Kabel Grounding dengan 2 Titik Kabel. Bonus Mur dan Baut. Penggunaan Outdoor & Indoor. Tipe VHB2521015 – VHB504020 Dilengkapi dengan 1 Pengunci, Untuk Memudahkan Maintenance. Tipe VHB604020 – VHB1208030 Dilengkapi dengan 2 Pengunci, Untuk Keamanan Lebih. Apa Saja yang Ada Didalam Box Panel Vinsa 1 Box Panel Besi 1 Base Plate 1 Kabel Grounding 1 Set Penutup Logam 2 Titik Kabel Grounding Dilengkapi dengan 1 set mur dan baut, dengan penutup Box Panel Vinsa memiliki beberapa tipe, yaitu; VHB252015 Dengan; Tinggi 250 mm Lebar 200 mm Tebal 150 mm Tebal Pintu 1.2 mm Tebal Bodi 1.2 mm Tebal Base Plate 1.2 mm Berat 3,1 KG VHB403020 Dengan; Tinggi 400 mm Lebar 300 mm Tebal 200 mm Tebal Pintu 1.2 mm Tebal Bodi 1.2 mm Tebal Base Plate 1.2 mm Berat 6,5 KG VHB504020 Dengan; Tinggi 500 mm Lebar 400 mm Tebal 200 mm Tebal Pintu 1.2 mm Tebal Bodi 1.2 mm Tebal Base Plate 2.0 mm Berat 9,7 KG VHB604020 Dengan; Tinggi 600 mm Lebar 400 mm Tebal 200 mm Tebal Pintu 1.2 mm Tebal Bodi 1.2 mm Tebal Base Plate 2.0 mm Berat 11,4 KG VHB604025 Dengan; Tinggi 600 mm Lebar 400 mm Tebal 250 mm Tebal Pintu 1.2 Tebal Bodi 1.2 Tebal Base Plate 2.0 Berat 12,4 KG VHB705020 Dengan; Tinggi 700 mm Lebar 500 mm Tebal 200 mm Tebal Pintu 1.5 mm Tebal Bodi 1.2 mm Tebal Base Plate 2.0 mm Berat 16,5 KG VHB806020 Dengan; Tinggi 800 mm Lebar 600 mm Tebal 200 mm Tebal Pintu 1.5 mm Tebal Bodi 1.5 mm Tebal Base Plate 2.0 mm Berat 24,5 KG VHB806030 Dengan; Tinggi 800 mm Lebar 600 mm Tebal 300 mm Tebal Pintu 1.5 mm Tebal Bodi 1.5 mm Tebal Base Plate 2.0 Berat 27,1 KG VHB1008025 Dengan; Tinggi 1000 mm Lebar 800 mm Tebal 250 mm Tebal Pintu 1.5 mm Tebal Bodi 1.5 mm Tebal Base Plate 2.0 mm Berat 40 KG VHB1008030 Dengan; Tinggi 1000 mm Lebar 800 mm Tebal 300 mm Tebal Pintu 1.5 mm Tebal Bodi 1.5 mm Tebal Base Plate 2.0 mm Berat 41,8 KG VHB1208030 Dengan; Tinggi 1200 mm Lebar 800 mm Tebal 300 mm Tebal Pintu 1.5 mm Tebal Bodi 1.5 mm Tebal Base Plate 2.0 mm Apa Isi Didalam Box Panel Listrik Biasanya isi didalam Box Panel Listrik ada; Moulded Case Circuit Breaker (MCCB) Minature Circuit Breaker (MCB) Residual Current Circuit Breaker (RCCB) Surge Arrester Kabel untuk Netral (warna biru muda) Kabel untuk Fase (warna merah, kuning, hitam) Kabel untuk Grounding (warna hijau atau kuning) Current Transformer (CT) Apa Perbedaan antara Box Panel Listrik Indoor dan Outdoor? Perbedaan antara box panel listrik indoor dan outdoor dapat dirinci dalam beberapa point; Box Panel Listrik Indoor Terletak di dalam ruangan, biasanya di ruang kelistrikan. Dirancang untuk melindungi peralatan dari faktor lingkungan internal, seperti debu dan kontaminan dalam ruangan. Memiliki pintu dan pelindungan tambahan untuk mencegah akses yang tidak sah. Terbuat dari bahan yang tahan terhadap kondisi ruangan. Box Panel Listrik Outdoor Terpasang di luar ruangan, seringkali di dinding eksternal bangunan. Didesain khusus untuk menahan cuaca eksternal, seperti hujan, panas atau dingin. Dilengkapi dengan pelindung yang kuat untuk mencegah kerusakan akibat elemen lingkungan. Sering memiliki sistem ventilasi untuk mencegah kelembaban dan kondensasi. Jadi Bagai mana tema – teman? Tertarik dengan Box Panel Listrik VINSA? Untuk informasi lebih lengkap bisa hubungi nomer dibawah ini. Contact Person WhatsApp  +62 8222 888 2830 (ATStekno Jagalan) WhatsApp  +62 822 2333 2830 (PT Anugerah Tama Sejati) WhatsApp  +62 889 7378 3384 (ATStekno Taman Dayu)

Baca selengkapnya →
Jenis Jenis Skun Kabel, Pengertian, dan Fungsinya

Jenis Jenis Skun Kabel, Pengertian, dan Fungsinya

Jenis Jenis Skun Kabel, Pengertian, dan Fungsinya – Apa pengertian skun kabel / cable lug? Apa fungsi skun kabel? Bagaimana jenis-jenis cable lug? Bahan apa yang digunakan pada skun kabel? Hal apa yang perlu diperhatikan dalam pemasangan skun kabel? Alat apa yang digunakan untuk memasang skun kabel? Pertanyaan tersebut akan dijawab pada materi ini.   Salah satu hal yang penting dalam menjamin kualitas penyaluran listrik adalah instalasi yang terpasang. Instalasi dapat berupa instalasi penerangan dan instalasi tenaga. Pada instalasi tersebut terdapat beberapa komponen yang terpasang dengan baik dan sesuai standar sehingga menciptakan insatalasi yang baik juga. Beberapa komponen yang umum ditemukan pada suatu insatalasi adalah kabel, komponen listrik dan beban listrik. Kabel listrik tentunya berfungsi menghantarkan listrik dari sumber listrik menuju ke komponen listtik dan beban. Untuk memudahkan dan membuat rapi pemasangan kebel listrik ke komponen / beban maka diperlukan komponen khusus yang biasa disebut dengan skun kabel / sepatu kabel (cable shoes) / Cable Lug.   Pengertian dan Jenis-Jenis Skun Kabel     Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian skun kabel / cable lug, fungsi skun kabel, jenis-jenis skun kabel, bahan apa yang digunakan pada cable lug dan Hal apa yang perlu diperhatikan dalam pemasangan skun kabel.   Pengertian Skun KabelSkun Kabel / sepatu kabel / Cable Lug adalah adalah suatu aksesoris yang berupa konektor kabel (dipasang di ujung kabel), digunakan untuk menghubungkan kabel pada alat litsrikdan komponen listrik. Skun kabel terbuat dari beberapa bahan dan ukuran yang disesuaikan dengan kualitas dan peruntukannya.   Fungsi Skun KabelSkun Kabel / sepatu kabel / Cable Lug berfungsi untuk menghubungkan kabel dengan alat listrik dan juga pada komponen listrik. Skun kabel akan memudahkan pemasangan kabel ke terminal komponen listrik dan tentu saja membuatnya lebih aman dan rapi.   Jenis Jenis Skun KabelSkun dibagi menjadi beberapa jenis, ada yang berdasarkan dengan bahan pembuatannya dan ada juga yang berdasarkan bentuknya. Berikut ini merupakan jenis jenis skun kabel.   A. Jenis Jenis Skun Kabel Berdasarkan Bahannya   Skun Kabel Al (Aluminium)     Skun kabel berbahan aluminium termasuk yang kualitasnya dibawah dari skun berbahan Tembaga dan Bimetal. Meskipun begitu skun kabel ini memiliki harga yang lebih murah.   Skun Kabel Cu (Tembaga)     Skun kabel berbahan tembaga termasuk yang terbaik karena memiliki tahanan jenis yang lebih rendah sehingga kemampuan menghantarkan listrik lebih bagus. Namun harganya sedikit lebih mahal dibandingkan skun berbahan aluminium.   Skun Kabel Al-Cu (Bimetal)     Skun Kabel bebahan bimetal termasuk skun kabel dengan bahan Aluminium yang dicampur dengan tembaga. Skun ini merupakan skun aluminium yang ujungnya dilapisi bahan tembaga.   B. Jenis Jenis Skun Kabel Berdasarkan Bentuknya   Skun Garpu (Y)     Skun yang bentuknya seperti garpu atau huruf Y.   2. Skun Ring (O)     Skun yang bentuknya ujungnya seperti  huruf O yang nantinya digunakan untuk dipasangkan baut.   3. Skun Gepeng     Skun yang bentuknya seperti plat gepeng yang terdiri dari skun gepeng male dan female.   4. Skun Ferrules     Skun yang bentuknya seperti tabung yang merupakan pasangann dari skun tusuk.   5. Skun Peluru     Skun peluru bentuknya menyerupai peluru yang pasangannya (female) memiliki bentuk menyerupai skun Ferulles.   6. Skun Tusuk     Skun yang bentuknya seperti logam panjang yang berpasangan dengan skun ferulles.   Alat Pendukung Skun Kabel   Ada beberapa Skun yang memerlukan alat tambahan ketika akan dipasang pada ujung kabel. Skun kabel Garpu dan Ring merupakan skun yang memerlukan alat khusus dalam pemasangannya. Berikut ini merupakan alat yang digunakan untuk memasang skun.   A. Tang Skun (Tang Crimping)     Tang Skun merupakan alat yang khusus digunakan untuk memasang skun ukuran kecil pada ujung kabel. Alat ini digunakan dengan cara mempress skun pada bagian giginya. Alat ini sering ditemukan oleh teknisi instalasi listrik tegangan rendah untuk memasang skun pada kabel yang dihubungkan ke komponen-komponen listrik.   B. Tang Press Skun Hidrolik     Tang press skun hidrolik merupakan alat bantu untuk memasang skun ukuran besar dengan memanfaatkan prinsip kerja hidrolik. Alat ini mampu mempress skun yang dipasangkan pada kabel dengan penampang besar.   Alat ini sering ditemukan pada teknisi instalasi listrik jaringan tegangan rendah-menengah (JTM – JTR) untuk memasang skun pada kabel jaringa listrik. Alat ini memiliki anak kunci press dengan ukuran yang berbeda-beda.   Jadi itulah materi dan penjelasan mengenai pengertian cable lug, fungsi skun kabel, bahan yang digunakan pada skun kabel dan alat yang digunakan untuk memasang skun. Semoga bisa bermanfaat bagi kalian. apabila ada pertanyaan silahkan komen di bawah yah guys

Baca selengkapnya →
Cara Menghitung Kabel Listrik Dengan Benar

Cara Menghitung Kabel Listrik Dengan Benar

Cara Menghitung Ukuran Kabel Listrik Yang Benar – Hal terpenting untuk menentukan ukuran kabel listrik, haruslah kita ketahui terlebih dahulu sumber daya listrik ke suatu perangkat listrik menggunakan skema kabel listrik, agar mempermudah proses pemilihan kabel, dan mengetahui fungsi dari kabel listrik tersebut sebagai penghantar daya rendah, medium, hingga tinggi. Tujuan menentukan ukuran kabel listrik, agar terhindar dari korsleting listrik, kabel terbakar, dan tegangan drop. Untuk menghindari masalah-masalah tersebut, kita harus ketahui berapa besar daya listrik/ampere yang menghantarkan listrik, lalu menentukan berapa phase dari jumlah daya listrik. Setiap kabel listrik memiliki Kemampuan Hantar Arus (KHA) yang berbeda-beda, maka dari itu kita harus mengetahui juga seberapa besar daya listrik yang dapat dihantarkan melalui kabel listrik, dan fungsi dari kabel listrik tersebut, dengan cara menghitung jumlah phase pada kabel listrik.Berdasarkan fungsinya, kabel listrik 1 phase cocok untuk rumah hunian yang biasanya memiliki tegangan antara phase dengan netral 220 Vac, sedangkan kabel listrik 3 phase lebih cocok untuk tempat usaha seperti pabrik, dan industri yang memiliki daya tegangan sebesar 360 Volt. Berikut tabel untuk menghitung Kemampuan Hantar Arus (KHA)/Ampere dan ukuran penampang kabel, Sebagai contoh perhitungan ukuran kabel listrik 1 phase yang memiliki besaran daya listrik 100 ampere, maka dapat menggunakan kabel listrik dengan daya hantar arus lebih besar sekitar 125% dari 100 ampere.125% x Arus Max.125% x 100 Ampere = 125 AmpereKita dapat melihat di Tabel, dari hasil perhitungan tidak ada angka 125 Ampere. Maka ditentukan dari angka yang mendekati 135 Ampere, berarti ukuran kabel listrik yang dibutuhkan 35mm2. *) Perhitungan kabel listrik 3 phase yang memiliki besaran daya listrik 200 ampere di setiap phasenya, maka cara menghitungnya sama seperti sebelumnya.125% x Arus Max.125% x 200 Ampere = 250 AmpereDari angka di Tabel, 250 Ampere dapat menggunakan ukuran kabel listrik 95mm2 sebagai penampang kabel.Kenapa harus menggunakan angka 125% sebagai perhitungan. Karena angka tersebut merupakan nilai safety factor / faktor keamanan, yang dimana nilai toleransi ukuran kabel lebih lebar dari maksimal kemampuannya, dan tujuannya untuk membuat kabel listrik lebih tahan lama dan menjaga saat terjadinya lonjakan arus atau penambahan beban.Demikian informasi cara menentukan ukuran kabel listrik yang benar, berdasarkan Kemampuan Hantar Arus (KHA), atau daya listrik/Ampere. Untuk kebutuhan kabel listrik, Silahkan kontak kami by WA di sini. Cara Menghitung Ukuran Kabel Listrik Yang Benar

Baca selengkapnya →